ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ekonomi

IHSG Menguat di Tengah Tekanan Bursa Asia, Rupiah Betah di Zona Merah

BY El Simamora
Rabu, 12 Maret 2025
in Ekonomi
Ilustrasi perdagangan saham.

Ilustrasi perdagangan saham. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Medan – Tidak seperti biasanya, IHSG ditutup menguat ditengah tekanan yang terjadi pada mayoritas bursa di kawasan Asia. Kekhawatiran masih menghinggapi pelaku pasar di Asia seiring dengan tensi perang dagang yang kian memanas. Ditambah dengan kekhawatiran akan kian memburuknya ekspektasi terjadinya resesi yang akan dialami oleh ekonomi AS.

IHSG pada perdagangan hari ini ditutup menguat 1,82% di level 6.665. Penguatan IHSG jauh melampaui kinerja bursa di Asia kebanyakan.

BacaJuga

F&B ID Resmi Boyong Merek Kopi Asal Shanghai ‘M Stand’ ke Indonesia

Bukan Cuma Jobdesk, CMK Ajak Talenta Muda Pahami Cara Kerja Bisnis Secara Utuh

Pasar Global Makin Lirik Batik! Nilai Ekspor Melonjak hingga 32,5%

“Walaupun penguatan IHSG tidak diikuti oleh aksi beli investor asing yang justru membukukan transaksi jual bersih senilai 332 miliar. Data penjualan ritel tanah air yang mengalami peningkatan sebesar 0,5% pada bulan Januari mampu menjadi angin segar bagi IHSG,” kata analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, Rabu (12/3/2025).

Selain itu, IHSG juga tidak mendapatkan topangan dari kinerja mata uang rupiah yang ditutup turun. Mata uang rupiah melemah ke level 16.440 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi disaat imbal hasil US treasury justru bergerak sideways. Yang artinya US Dolar juga tidak ditopang dengan kinerja sejumlah data keuangan di AS.

Selanjutnya, pelaku pasar tengah menanti rilis data inflasi AS yang akan menjadi penggerak perdagangan besok. Sayangnya, bagaimanapun rilis data inflasi AS tetap akan berpeluang memberikan implikasi negatif terhadap pasar. Disisi lain, harga emas ditransaksikan stabil di level US$2.913/troy oms, atau sekitar Rp1,54 juta/gram. (ANG)

Next Post
Kantor OJK.

Marak Penipuan SMS Palsu, OJK Panggil Empat Bank Besar

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba