ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

5 Tradisi Iduladha Ini Bisa Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

BY El Simamora
Jumat, 6 Juni 2025
in TRAVEL BUDAYA
Keraton Yogyakarta rutin menyelenggarakan Grebeg Besar sebagai bagian dari perayaan Iduladha.

Keraton Yogyakarta rutin menyelenggarakan Grebeg Besar sebagai bagian dari perayaan Iduladha. (Dok. Kemenpar)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Medan – Iduladha tak hanya bermakna ibadah kurban, tetapi juga menjadi momen di mana berbagai daerah di Indonesia menghidupkan tradisi dan budaya lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Sejumlah daerah memadukan nuansa religius dengan perayaan budaya yang unik dan menarik, bahkan berpotensi besar menjadi daya tarik wisata budaya. Berikut lima tradisi khas Iduladha di Indonesia yang wajib untuk kamu saksikan!

1. Apitan – Semarang

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Tradisi Apitan berasal dari adanya bulan yang diapit bulan Syawal dan bulan Zulhijjah atau dapat diartikan dua bulan yang ‘mengapit’ pelaksanaan Iduladha. Kegiatan ini biasanya diawali dengan pertunjukan kesenian kuda lumping untuk menambah semarak suasana.

Apitan merupakan wujud syukur atas hasil bumi yang didapat masyarakat. Salah satu momen menarik dari tradisi ini adalah arak-arakan hasil panen yang kemudian diperebutkan oleh warga. Perebutan ini dipercaya membawa berkah dan keberuntungan bagi siapa saja yang berhasil mendapatkannya. Selain nilai spiritual, tradisi ini menjadi hiburan rakyat yang menghidupkan kearifan lokal.

2. Gamelan Sekaten – Surakarta

Gamelan Sekaten memiliki akar sejarah kuat dari masa Kerajaan Mataram, khususnya di masa pemerintahan Sultan Agung pada tahun 1644 M. Dua perangkat gamelan utama, yaitu Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari, ditabuh dalam momen-momen besar Islam seperti Idul Fitri, Maulid Nabi, dan tentu saja Iduladha.

Tradisi ini dilaksanakan usai salat Iduladha, dan menjadi daya tarik tersendiri karena pengunjung tidak hanya menikmati alunan musik gamelan, tetapi juga turut mengunyah kinang, tradisi yang diyakini membawa umur panjang.

3. Grebeg Gunungan – Yogyakarta

Keraton Yogyakarta rutin menyelenggarakan Grebeg Besar sebagai bagian dari perayaan Iduladha. Tradisi ini berupa kirab tujuh gunungan hasil bumi yang dibawa dari keraton ke beberapa tempat seperti Masjid Gede Kauman, Pendopo Pengulon, dan Puro Pakualaman.

Gunungan-gunungan tersebut akan diperebutkan oleh masyarakat yang hadir, karena dipercaya membawa keberkahan dan rezeki. Grebeg Gunungan tak hanya menjadi atraksi visual yang menarik, tetapi juga menunjukkan sinergi antara agama, budaya, dan daya tarik wisata.

4. Manten Sapi – Pasuruan

Pasuruan, Jawa Timur, memiliki tradisi unik menyambut Iduladha dengan prosesi Manten Sapi. Sapi-sapi kurban akan dimandikan, diberi kalung bunga tujuh rupa, dibalut kain kafan, hingga dihias dengan sorban dan sajadah.

Setelah dirias, sapi-sapi ini diarak menuju masjid dengan iring-iringan warga. Masyarakat melaksanakan tradisi ini sebagai bentuk penghormatan terhadap hewan kurban. Prosesi ini menjadi tontonan yang menarik, penuh nilai simbolis, sekaligus menonjolkan kearifan lokal masyarakat Pasuruan.

5. Mepe Kasur – Banyuwangi

Masyarakat suku Osing di Desa Kemiren, Banyuwangi, memiliki tradisi Mepe Kasur atau menjemur kasur menjelang Iduladha. Tradisi ini berlangsung dari pagi hingga siang, dengan semua kasur berwarna merah dan hitam yang dijemur serempak di depan rumah.

Warna merah melambangkan keberanian, sementara hitam melambangkan keabadian atau kelanggengan. Tradisi ini dipercaya sebagai upaya menolak bala serta menjaga keharmonisan rumah tangga. Keunikan warna dan kekompakan warga menjadikan Mepe Kasur sebagai peristiwa budaya yang sangat fotogenik dan menarik perhatian wisatawan.

Tradisi-tradisi ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya Indonesia dalam menyambut hari besar keagamaan. Perpaduan antara nilai spiritual, seni, dan kebersamaan menjadikan momen Iduladha tak hanya sakral, tetapi juga sangat potensial sebagai daya tarik wisata budaya yang memikat, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Jika kamu ingin merasakan suasana Iduladha yang berbeda, berkunjung ke salah satu dari lima tempat ini bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan. (ANG)

Next Post
Seekor merpati diantara puing-puing serangan Israel ke Gaza.

Serangan Tentara Israel H+3 Iduladha Tewaskan 32 Anak-anak Gaza

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Marvel Television mengumumkan serial live-action bergenre thriller "Zodiac".

Marvel Resmi Umumkan Serial Live-Action “Zodiac”, Tayang 2028

Minggu, 11 Oktober 2026
Marco Bezzecchi memenangi balapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Bezzecchi Juara di Mandalika, Martin Rebut Posisi Puncak

Minggu, 11 Oktober 2026
Ilustrasi aktivitas industri.

Percepat Hilirisasi, Kemenperin Usul Kawasan Industri Masuk PSN

Minggu, 11 Oktober 2026
Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba