ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Vaksin AstraZeneca Berisiko Picu Pembekuan Darah, Amankah Penerima di RI?

BY El Simamora
Rabu, 1 Mei 2024
in Nasional
Vaksin AstraZeneca.

Vaksin AstraZeneca. (AP/Christophe Ena)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Persidangan gugatan class action di Inggris terkait vaksin Covid-19 AstraZeneca membuka fakta baru. Raksasa farmasi tersebut memberikan pernyataan dalam dokumen hukum yang diserahkan ke pengadilan Inggris, bahwa ada risiko kejadian langka thrombosis thrombocytopenia syndrome (TTS) yang berpotensi menyebabkan pembekuan darah.

Sedikitnya 50 orang melaporkan kejadian tersebut di Inggris. Hal ini lantas mengundang pertanyaan banyak orang terkait bagaimana keamanan vaksinasi jika sudah diberikan dalam hitungan bulan atau bahkan tahun? Apakah ikut menghadapi risiko serupa?

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI), Prof Hindra Irawan Satari, menegaskan hingga kini nihil kejadian TTS di Tanah Air. Pihaknya sudah melakukan surveilans atau pengawasan aktif kepada lebih dari 20 juta orang yang menerima vaksin Covid-19.

“Komnas KIPI melakukan surveilans aktif kejadian ikutan imunisasi dengan perhatian khusus selama setahun di 14 RS sentinel di 7 provinsi di indonesia selama setahun dan tidak menemukan adanya TTS pada subyek yang diberikan vaksin AZ tersebut,” terangnya, Rabu (1/5/2024).

Bila mengacu pada laporan yang terjadi di sejumlah negera, kejadian TTS yang memicu pembekuan darah terjadi dalam empat hingga 42 jam setelah menerima vaksin Covid-19 AstraZeneca. Dengan begitu, dapat disimpulkan mereka yang sudah menerima vaksinasi AstraZeneca dalam kurun waktu bulan hingga tahun, dan tidak mengeluhkan apapun, bebas dari risiko TTS.

“Sampai saat ini belum ada laporan TTS yang diterima oleh Komnas KIPI. Artinya waspada memang harus, tetapi khawatir berlebihan tidak perlu,” tegas dia.

Menyusul gugatan tersebut, AstraZeneca di Selasa (30/4) menyatakan simpatinya kepada mereka yang terkena dampak reaksi buruk usai vaksinasi.

“Diakui bahwa vaksin AZ, dalam kasus yang sangat jarang, dapat menyebabkan TTS. Mekanisme penyebabnya tidak diketahui. Lebih lanjut, TTS juga dapat terjadi tanpa adanya vaksin AZ (atau vaksin apa pun). Penyebab dalam setiap kasus akan bergantung pada bukti ahli,” kata produsen obat tersebut.

“Simpati kami ditujukan kepada siapa pun yang kehilangan orang yang dicintai atau melaporkan masalah kesehatan. Keselamatan pasien adalah prioritas utama kami dan otoritas pengatur memiliki standar yang jelas dan ketat untuk memastikan keamanan penggunaan semua obat-obatan, termasuk vaksin,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa. (dtc)

Next Post
Ilustrasi bekerja.

Ini 5 Pekerjaan yang Cocok untuk Introvert

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba