ODEBA.id, Seoul – Menurut kalangan industri hukum pada Jumat (20/2/2026) waktu Korea Selatan, HYBE Labels secara resmi telah mengajukan banding atas putusan pengadilan distrik yang memvalidasi hak mantan CEO ADOR, Min Hee-jin, untuk mengeksekusi put option sebagaimana tercantum dalam kontrak pemegang saham.
Sebelumnya, pada 12 Februari, Pengadilan Distrik Pusat Seoul memerintahkan HYBE untuk membayar Min Hee-jin sebesar 25,5 miliar KRW (sekitar Rp277 miliar). Putusan tersebut sekaligus menolak klaim HYBE yang menuduh Min Hee-jin telah “melanggar kontrak pemegang saham” melalui upaya “pencurian NewJeans” dan pengambilalihan kendali ADOR secara ilegal.
Melansir Allkpop, pengadilan lebih lanjut memutuskan bahwa Min Hee-jin tidak terbukti melanggar kewajibannya sebagai CEO ADOR saat menjajaki opsi independensi perusahaan dari HYBE maupun ketika melontarkan tuduhan plagiarisme terhadap grup ILLIT.
Menanggapi putusan tingkat pertama tersebut, HYBE Labels telah memproses permohonan banding per 19 Februari untuk membatalkan keputusan pengadilan.
Sementara itu, Min Hee-jin baru-baru ini kembali ke industri hiburan melalui label independen barunya, OOAK Records. (ANG)






