ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Internasional

Thailand Percepat Pengembangan Obat Kanker Murah

BY El Simamora
Jumat, 17 Mei 2024
in Internasional
Ilustrasi kanker.

Ilustrasi kanker. (Shutterstock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Bangkok – Fakultas Kedokteran Universitas Chulalongkorn Thailand bermitra dengan Organisasi Farmasi Pemerintah (GPO) untuk mempercepat pengembangan obat imunoterapi antibodi untuk pengobatan kanker dengan biaya yang jauh lebih murah dalam tiga tahun ke depan.

Dr Trirak Pisitkul dari Center of Excellence in Cancer Immunotherapy, Fakultas Kedokteran, Universitas Chulalongkorn, mengatakan, kemitraan dengan GPO akan memungkinkan penelitian, pengembangan, produksi, dan distribusi obat lebih lanjut, sehingga lebih mudah diakses oleh pasien kanker.

BacaJuga

Resmi! Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal WNA Mulai Hari Ini

Dua Penembakan di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Kapasitas Listrik PV China Tembus 1,28 Miliar kW, Geser Batu Bara

Ia menjelaskan bahwa imunoterapi antibodi telah diteliti di seluruh dunia dan efektivitasnya bervariasi tergantung pada jenis kankernya. Untuk beberapa jenis bisa efektif 50 persen, sedangkan untuk jenis lainnya efektif 5-10%.

Hal itu juga tergantung pada stadium penyakit pasien. Namun tanpa obat imunoterapi antibodi, pasien tidak mempunyai peluang sama sekali.

Senada, Direktur Jenderal GPO, Mingkwan Suphanpong, mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan Chulalongkorn University untuk melakukan uji klinis obat antibodi yang diproduksi pada pasien kanker paru-paru.

Pasien pertama diharapkan akan terdaftar dalam penelitian ini pada tahun 2025, dan data yang dikumpulkan akan digunakan untuk mendaftarkan obat tersebut ke FDA.

Obat imunoterapi antibodi untuk pengobatan kanker diharapkan dapat digunakan dalam tiga tahun ke depan, dimulai pada pasien kanker paru-paru dan kemudian diperluas ke jenis kanker lainnya.

Harga obat tersebut diperkirakan akan turun 50% pada tahun pertama dari lebih dari 3 juta baht (Rp1,3 miliar) menjadi 1,5 juta baht (Rp661,6 juta) per orang. Hal itu akan memberikan pilihan lain bagi pasien kanker untuk mengakses pengobatan yang efektif dan menciptakan keamanan kesehatan yang berkelanjutan bagi masyarakat Thailand.

Imunoterapi antibodi yang merupakan jenis pengobatan kanker yang menggunakan sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel kanker, dianggap sebagai standar perawatan untuk banyak jenis kanker karena kemanjurannya yang tinggi, efek samping yang rendah, dan indikasi yang luas untuk mengobati berbagai jenis kanker.

Namun, obat imunoterapi tersebut mahal dan seringkali melebihi 100.000 bhat (Rp44 juta). Oleh karena itu, tim peneliti di Center of Excellence in Cancer Immunotherapy, Fakultas Kedokteran, Universitas Chulalongkorn, telah bekerja sejak tahun 2018 untuk mengembangkan obat imunoterapi antibodi untuk pengobatan kanker.

Universitas Chulalongkorn telah berhasil mengembangkan lini sel untuk produksi antibodi, proses manufaktur skala industri, dan telah menguji kemanjuran obat pada tikus dan keamanannya pada monyet. Kini obat tersebut tengah di produksi di pabrik yang sesuai dengan praktik manufaktur yang baik (GMP). (Antara)

Next Post
Pemandangan pada salah satu pelabuhan logistik di China.

Direvisi, PBB Prediksi Ekonomi Global Mampu Tumbuh 2,7%

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba