Odeba.id, Hanoi – Thailand yang merupakan eksportir durian terbesar di dunia dengan total omset ekspor sebesar US$7 miliar (Rp113 triliun) menjadi importir buah durian Vietnam terbesar kedua dalam empat bulan pertama tahun 2024.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Buah dan Sayuran Vietnam (Vinafruit), Dang Phuc Nguyen, menjelaskan dalam beberapa waktu terakhir, Thailand meningkatkan impor durian Vietnam karena pada saat itu, Vietnam merupakan satu-satunya negara pemasok buah durian tersebut di dunia.
“Meski Thailand merupakan eksportir buah terbesar, duriannya mengalami penurunan kuantitas dan kualitas yang signifikan akibat kekeringan parah, sehingga harus membeli buah ini dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik dan wisatawan,” kata Nguyen, Jumat (31/5/2024).
Pada periode tersebut, Thailand menghabiskan hingga US$22,5 juta (Rp365 miliar) untuk mengimpor durian Vietnam, meningkat sebesar 82% dibandingkan tahun lalu.
Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan pasar peringkat ketiga, Hong Kong yang hanya sebesar UAS$3,6 juta (Rp58,5 miliar).
Pada tahun 2023, Hong Kong menjadi pasar impor terbesar kedua dengan omzet sebesar US$20 juta (Rp325 miliar), diikuti oleh Taiwan dengan omzet sebesar US$16 juta (Rp260 miliar) .
Ketua Vinafruit Nguyen Thanh Binh menambahkan bahwa meskipun China adalah importir terbesar durian segar Vietnam, Thailand adalah importir durian beku terbesar di Vietnam berkat harga yang kompetitif.
“Sebagian durian beku yang diimpor untuk melayani kegiatan pengolahan, namun sebagian besar diekspor ke negara ketiga, terutama China,” ucap Binh.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini Vietnam tidak diperbolehkan mengekspor durian beku ke China sedangkan Thailand dan China memiliki protokol mengenai durian beku.
Oleh karena itu, komunitas bisnis Vietnam menantikan penandatanganan protokol antara Vietnam dan China lebih awal, sehingga produk tidak perlu menyimpang demi memberikan manfaat bagi petani Vietnam dan konsumen China.
Pada bulan April, Vietnam memperoleh US$217 juta (Rp3,53 triliun) dari pengiriman durian ke luar negeri, naik 487% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Angka tersebut pada empat bulan pertama tahun ini mencapai US$470 juta (Rp7,64 triliun) atau 146% dibandingkan tahun lalu. China adalah importir terbesar dengan menguasai 92% pangsa pasar. (Antara)






