ODEBA.id, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandai perjalanannya yang keempat tahun dengan semangat baru dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional. Sejak resmi terbentuk pada tahun 2021, BRIN telah melalui fase integrasi, transisi, transformasi, dan kini memperkuat kolaborasi dan sinergi. Pada momentum peringatan 4 tahun BRIN atau yang dikenal dengan BRINter4ksi, BRIN mengusung tema Riset dan Inovasi untuk Merah Putih sebagai wujud komitmen untuk membuka ruang kolaborasi dan sinergi yang lebih luas bersama seluruh pemangku kepentingan.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menyampaikan bahwa tahun keempat ini merupakan momen penting bagi BRIN untuk memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. “Setelah menjalani masa integrasi, transisi, dan transformasi, tahun ini BRIN menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dan bersinergi secara aktif dengan seluruh mitra – baik dari akademisi, industri, masyarakat, maupun pemerintah daerah dan pusat,” ujar Handoko, mengutip laman BRIN, Senin (28/4/2025).
Handoko menjelaskan bahwa selama empat tahun terakhir, BRIN telah menyelesaikan proses integrasi 74 lembaga litbang di bawah satu atap, serta membangun kerangka kelembagaan untuk terus menumbuhkan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia yang lebih baik dan berdampak. “Kita sudah menyatukan sumber daya riset yang selama ini tersebar, sehingga menjadi lebih fokus dan berdampak,” tambahnya.
Pada masa transisi dan transformasi, BRIN juga melakukan berbagai reformasi kebijakan, termasuk penataan sumber daya manusia periset, pembentukan Organisasi Riset tematik, serta penguatan skema pendanaan riset berbasis kompetisi. Selain itu, akses terhadap fasilitas riset BRIN juga dibuka melalui skema open platform agar dimanfaatkan oleh peneliti dari luar, termasuk industri dan akademisi.
Memasuki masa sinergi tahun ini, BRIN fokus memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. “Kami ingin riset hadir dan bermanfaat nyata di tengah masyarakat, bukan hanya di atas kertas,” kata Handoko.
Selain itu, Handoko menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap hasil riset dan inovasi. Oleh karena itu, BRIN terus berupaya mendorong diseminasi hasil riset yang aplikatif dan mendukung kebutuhan pembangunan nasional. “Sinergi adalah kata kunci di tahun keempat ini. BRIN siap menjadi jembatan antara dunia riset dan sektor-sektor pembangunan,” ungkapnya.
Pada penyelenggaraan kegiatan BRINter4ksi kali ini, BRIN memberikan penghargaan kepada 12 sivitas sebagai SDM Iptek dengan kategori Periset Berkinerja Tinggi dan 7 sivitas dengan kategori SDM Manajemen Iptek Berkinerja Tinggi. Selain itu, BRIN juga memberikan penghargaan kepada unit kerja yang berkinerja tinggi sebanyak 16 unit kerja. (ANG)






