ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Sumut

Stasiun Belawan Perkuat Mata Rantai Integrasi Kereta Api dan Jalur Laut

BY El Simamora
Senin, 12 Januari 2026
in Sumut
Stasiun Belawan.

Stasiun Belawan. (Dok. KAI Sumut)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Medan – Di tengah upaya pemerintah memperkuat sistem logistik nasional, Stasiun Belawan mengukuhkan posisinya sebagai titik krusial (interaktor) yang menjembatani angkutan rel dengan gerbang ekspor-impor laut. Integrasi ini bukan sekadar soal pemindahan barang, melainkan upaya menciptakan efisiensi waktu dan biaya yang kompetitif.

Stasiun yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Divre I Sumut) tersebut memegang peranan krusial sebagai urat nadi distribusi komoditas unggulan Sumaut menuju pasar global. Di stasiun tersebut merupakan lokasi tujuan akhir kereta api yang mengangkut beberapa komoditi seperti CPO (Crude Palm Oil), lateks dan petikemas sebelum dikirim ke luar Sumut dengan angkutan laut.

BacaJuga

Pangkas Biaya Logistik, Sumut Usul Jalur Laut Khusus Ekspor UMKM ke Malaysia

Tembus 58.558 Ton GKP, Penyerapan Beras BULOG Sumut Dekati Target 2026

IM3 Rilis Paket Prabayar Istimewa, Beri Akses 5G hingga Kuota Roaming

“Setiap harinya Stasiun Belawan melayani rata-rata 22 perjalanan kereta api barang yang datang dan berangkat menuju berbagai wilayah,” kata Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, Senin (12/1/2026).

Sebagai stasiun muara bagi kereta api barang selama tahun 2025, Stasiun Belawan telah melayani sebanyak 83.760 ton CPO, 151.235 ton petikemas, dan 3.051 ton lateks yang dibawa dari berbagai wilayah sentra produksi, mulai dari Rantau Prapat, Asahan, hingga Lubuk Pakam dan sekitarnya, yang nantinya akan menjadi komoditas pemanfaatan eksport dan lokal.

“Sedangkan petikemas yang berhasil dimuat dan didistribusikan dari Stasiun Belaawan pada 2025 sejumlah 73.593 ton,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, stasiun ini terdapat fasilitas mesin bongkar untuk komoditi CPO dan juga lateks. Selain itu juga terdapat layanan pemuatan dan pembongkaran petikemas menggunakan alat berat seperti Reach Stacker (RS).

Lokasinya Stasiun Belawan yang berada di kawasan pesisir dengan ketinggian hanya +1,90 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat area stasiun menjadi langganan banjir rob (genangan akibat air laut pasang) yang kerap menggenangi kawasan tersebut sebulan sekali pada saat posisi bulan purnama.

“Meskipun jalur sering tergenang air rob karena lokasinya yang berada di pesisir, KAI Divre I Sumatera Utara memastikan operasional perjalanan kereta api sama sekali tidak terganggu,” ujarnya.

Ketangguhan infrastruktur di stasiun ini terbukti dengan tetap lancarnya pelayanan angkutan barang meski di tengah genangan air. Petugas yang disiagakan memastikan jalur kereta api tetap aman untuk dilalui agar distribusi komoditas tetap berjalan sesuai jadwal dan program yang telah ditentukan.

Keberadaan stasiun ini membuktikan bahwa tantangan alam bukan menjadi penghalang bagi kelancaran perjalanan kereta api dalam membangun perekonomian di Sumatera Utara. Melalui pemeliharaan yang konsisten serta kekuatan dalam kerja sama yang sinergis.

“KAI Divre I Sumut berkomitmen penuh menjaga keandalan Stasiun Belawan agar aliran barang antara kereta dan kapal laut selalu lancar dan tepat waktu. Dengan memastikan Stasiun Belawan beroperasi maksimal, KAI ikut menjaga urat nadi perdagangan tetap berlangsung guna mendorong perekonomian Sumatera Utara yang lebih maju untuk seluruh lapisan masyarakat,” kata Anwar. (ANG)

Next Post
PLTA Sipansihaporas menjadi penahan pertama yang kokoh ketika banjir datang di Tapanuli Tengah.

PLTA Sipansihaporas Cegah Banjir Kayu di Bencana Sumatra

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba