Odeba.id, Jakarta – 20 DAYS IN MARIUPOL adalah film dokumenter yang menceritakan tentang tim jurnalis Ukraina yang terjebak di kota Mariupol ketikan invasi Rusia dimulai. Film yang disutradarai oleh Mstyslav Chernov ini berdurasi selama 1 jam 35 menit.
Dengan pengalaman sang sutradara yang pernah menjadi koresponden perang, jurnalis, hingga penulis novel, ia berhasil membuat hasil rekaman berdurasi 30 jam menjadi film dokumenter yang dapat dinikmati ketegangannya. Selain itu, berkat keberaniannya saat terkepung di Mariupol, ia juga berhasil membawa Film 20 DAYS IN MARIUPOL hingga mendapatkan penghargaan sebagai Film Dokumenter Terbaik di Academy Award atau Oscar 2024.
Sinopsis
20 DAYS IN MARIUPOL menceritakan sebuah tim jurnalis Ukraina dari The Associated Press (AP) yang terjebak di kota Mariupol dan berjuang untuk melanjutkan pekerjaan mereka mendokumentasikan kekejaman invasi Rusia. Sebagai satu-satunya reporter internasional yang masih tinggal di kota tersebut, mereka mengabadikan apa yang kemudian menjadi gambaran perang yang memperlihatkan anak-anak yang sekarat, kuburan massal, pemboman rumah sakit bersalin, dan banyak lagi.
Setelah hampir satu dekade meliput konflik internasional, termasuk perang Rusia-Ukraina, untuk The Associated Press, 20 DAYS IN MARIUPOL adalah film dokumentasi panjang pertama karya Mstyslav Chernov. Film ini mengacu pada berita harian Chernov dan rekaman pribadi negaranya sendiri yang sedang berperang.
Laporan tersebut memberikan gambaran yang gamblang dan mengerikan mengenai warga sipil yang terjebak dalam pengepungan serta gambaran bagaimana rasanya melaporkan zona konflik.
Penghargaan Oscar Pertama untuk Ukraiana
Penghargaan Oscar yang diterima oleh Chernov merupakan Oscar pertama dalam sejarah perfilman Ukraina. Ia merasa tersanjung karena menjadi sutradara pertama yang berdiri di panggung Oscar untuk menerima penghargaan Film Dokumenter Terbaik.
Dalam panggung Oscar tersebut, Chernov mengungkapkan bahwa ia tidak berharap untuk membuat film 20 DAYS IN MARIUPOL, melainkan ingin menukarkannya dengan Rusia yang tidak pernah menyerang dan menduduki kota-kota Ukraina. (kpl)






