ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

Sektor Pariwisata Tetap Tangguh: Wisman Naik, Devisa Tembus Rp145 Triliun

BY El Simamora
Jumat, 11 September 2026
in TRAVEL BUDAYA
Tangkahan.

Tangkahan, Sumatera Utara. (Dok. Kemenparekraf)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif dan daya tahan yang kuat hingga Juli 2026. Capaian ini tercermin dari peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), hingga kenaikan tingkat okupansi hotel.

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, didampingi Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Ia menegaskan bahwa capaian ini memberi optimisme di tengah ketidakpastian kondisi global dan tantangan domestik.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

“Capaian ini tentu patut kita syukuri. Namun, situasi global masih sangat dinamis. Karena itu, Kementerian Pariwisata terus melakukan mitigasi, memperkuat strategi pasar, dan memastikan momentum pertumbuhan ini terjaga hingga akhir tahun,” ujar Widiyanti.

Kunjungan Wisman dan Devisa Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 8,98 juta kunjungan, atau tumbuh 5,23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan disokong oleh wisman asal kawasan Asia lainnya (8,69%), Asia Tenggara (7,32%), dan Oseania (7,26%). Wisman asal Timur Tengah juga mencatat tren positif, sementara pasar Eropa mulai membaik.

Dampak ekonomi dari sektor ini juga signifikan. Pada Semester I 2026, devisa pariwisata menembus US$8,43 miliar (sekitar Rp145,13 triliun), naik 2,88% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar US$8,20 miliar (Rp134,68 triliun). Pada Triwulan II 2026 saja, devisa pariwisata mencapai US$4,39 miliar (Rp76,99 triliun).

Berdasarkan perhitungan Tourism Satellite Account BPS, kontribusi langsung pariwisata terhadap PDB pada 2025 mencapai 4,78% atau sekitar Rp1.139 triliun, naik dari Rp1.057 triliun pada 2024.

Wisatawan Nusantara dan Okupansi Hotel

Wamenpar Ni Luh Puspa menambahkan bahwa mobilitas wisatawan domestik turut menjadi penopang utama. Kumulatif Januari hingga Juli 2026 mencatat 737,85 juta perjalanan wisnus, tumbuh 3,34% secara tahunan (yoy).

Di sisi lain, perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri (outbound) turun 3,25% menjadi 5,26 juta perjalanan. Kondisi ini menghasilkan surplus pergerakan wisatawan mencapai 3,71 juta.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel juga naik 2,36% menjadi 49,13% pada periode Januari-Juli 2026. “Yang ingin kita dorong adalah bagaimana perjalanan tersebut menghasilkan lama tinggal, belanja wisatawan, serta manfaat ekonomi di destinasi,” kata Ni Luh Puspa.

Program Unggulan dan Event Internasional

Selain menjaga kinerja industri, Kemenpar mengawal sejumlah program strategis, seperti kampanye Merdeka Berwisata #DiIndonesiaAja, partisipasi dalam Pesta Rakyat HUT ke-81 RI, serta program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia) untuk memperkuat gastrodiplomasi.

Kemenpar juga tengah mempersiapkan Karisma Event Nusantara (KEN) 2027 dengan target mengurasi 125 event. Di tingkat internasional, Kemenpar mendukung gelaran konser Andrea Bocelli: Romanza 30th Anniversary World Tour pada 31 Oktober 2026 di Borobudur dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang berpotensi menghasilkan dampak ekonomi senilai US$44 juta (Rp792 miliar).

Pengembangan Desa Wisata juga terus dipercepat. Per 1 September 2026, Indonesia telah memiliki 6.400 desa wisata yang didukung melalui pelatihan kapasitas desa wisata ramah muslim dan ajang Karya Kreatif Indonesia 2026.

Mitigasi Bencana dan Pemulihan Destinasi

Di tengah tren positif, Kemenpar berfokus pada mitigasi bencana alam yang berdampak pada destinasi wisata. Kemenpar berkoordinasi aktif dalam penanganan kebakaran hutan di kawasan Bromo-Tengger-Semeru hingga kawasan tersebut kini kembali dibuka aman bagi wisatawan.

Pasca-gempa magnitudo 7,7 di wilayah Flores, Kemenpar memastikan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Taman Nasional Komodo, dan Pulau Padar telah beroperasi normal kembali.

Sementara itu, terkait kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok, Kemenpar menyiapkan langkah jangka pendek berupa bantuan logistik dan trauma healing, serta jangka panjang melalui Master Plan Rekonstruksi Desa Adat Sade untuk mempertahankan karakter budaya Suku Sasak.

Menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau yang sempat berdampak pada penerbangan di wilayah Banten, Lampung, Jakarta, dan Jawa Barat, Kemenpar mengimbau online travel agent (OTA) serta biro perjalanan untuk memberlakukan skenario force majeure demi mempermudah refund 100 persen maupun reschedule gratis bagi wisatawan.

“Prinsip kami jelas: melindungi manusia terlebih dahulu, mempercepat pemulihan destinasi dan mata pencaharian masyarakat, menjaga kepercayaan wisatawan, serta membangun kembali secara lebih aman dan tangguh,” pungkas Widiyanti. (ANG)

Next Post
Ilustrasi.

BPOM Temukan 31 OBA dan Suplemen Kesehatan Ilegal Mengandung BKO

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba