ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Medan

Rico Waas Puji Film Samudera Karya Anak Medan

BY El Simamora
Kamis, 4 Juni 2026
in Medan
Wali Kota Medan, Rico Waas, saat Gala Primer Film Samudera di Sun Plaza Medan.

Wali Kota Medan, Rico Waas, saat Gala Primer Film Samudera di Sun Plaza Medan. (Dok. Diskominfo Medan)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Medan – Wali Kota Medan, Rico Waas, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap peluncuran film terbaru berjudul “Samudera”. Karya sinematik ini menjadi sangat spesial karena sepenuhnya diproduksi oleh talenta lokal asal Kota Medan. Mulai dari produser, jajaran aktor, hingga proses pascaproduksi dilakukan di ibukota Provinsi Sumatera Utara tersebut.

Usai menghadiri Gala Primer Film Samudera di Sun Plaza Medan, Rabu (3/6/2026), Rico Waas menyatakan rasa bangganya atas pencapaian ini.

BacaJuga

Pekan Budaya Medan 2026 Ajak Generasi Muda Jaga Kesenian Lokal

Usung Konsep Nusantara, Oedoek Seroe Ramaikan Kuliner Kota Medan

Mengaspal di Medan, MG ZS Hybrid+ Dijual Mulai Rp315 Juta

Menurut Rico Waas yang menonton bersama para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan dan para camat, kehadiran film Samudera membuktikan bahwa ekosistem kreatif di Kota Medan, khususnya dalam industri perfilman, memiliki potensi yang sangat besar dan mampu mandiri secara produksi.

“Yang pertama, yang menjadi kesan kita semuanya adalah film ini diproduksi di Kota Medan, dibuat oleh anak Kota Medan, aktornya orang Kota Medan sendiri, dan finishing-nya semuanya di Kota Medan. Artinya, ini milik kita bersama, miliknya Kota Medan,” katanya.

Rico Waas juga secara khusus melayangkan pujian kepada Dewi Budiarti, sang produser film Samudera. Dirinya menilai dedikasi serta semangat juang sang produser menjadi ruh utama di balik terwujudnya karya sinematik lokal yang solid ini.

Ia menyampaikan bahwa Samudera membawa narasi yang sangat dekat dengan realita kehidupan lokal. Cerita dalam film ini berfokus pada dinamika kehidupan masyarakat di kawasan pesisir, tepatnya di ujung utara Kota Medan, yang kerap diwarnai dengan berbagai kompleksitas permasalahan sosial.

“Tadi kita melihat inspirasinya mungkin tentang pesisir, ataupun di ujung utara Kota Medan, yang menjadi salah satu main ceritanya dengan begitu banyaknya permasalahan-permasalahan tersebut,” jelas Rico Waas.

Baginya, film Samudera merupakan sebuah trigger atau pemantik yang sangat kuat. Ia optimis karya ini akan menginspirasi calon-calon sineas baru di Kota Medan untuk tidak ragu mengeksplorasi dan mengangkat kekayaan cerita lokal ke layar lebar. Medan, menurut Rico, adalah gudang cerita yang tidak akan pernah habis untuk digali.

“Ternyata Kota Medan itu punya banyak sekali cerita. Yang kita saksikan tadi barulah satu bagian kecil cerita saja. Jika kita berkeliling Kota Medan, masih banyak cerita-cerita lain yang sangat layak diangkat,” ungkap Rico Waas.

Rico Waas berharap momentum ini menjadi langkah awal (starting point) yang konsisten bagi perkembangan industri seni secara luas di Medan. Ia menaruh harapan besar agar di masa depan, Kota Medan tidak hanya dikenal lewat film-film lokal berkualitas tinggi, melainkan juga karya-karya musik industri yang lahir dari rahim talenta asli daerah.

“Saya rasa ini menjadi awal yang baik agar nantinya Kota Medan bisa memproduksi film-film ataupun musik-musik yang diinisiasi dan diawali dari talenta asli kota ini,” pungkasnya dengan optimis.

Sutradara Egi Fauzi Fahreza mengungkapkan film Samudera bukan sekadar hiburan visual, film ini membawa misi besar untuk menyuarakan isu kerusakan lingkungan pesisir sekaligus melestarikan kebudayaan lokal Melayu Sumatera Utara yang autentik.

Menurutnya Salah satu fokus utama yang diangkat dalam film “Samudera” adalah kerusakan ekosistem laut akibat ulah manusia. Ide ini lahir dari keprihatinannya setelah menyaksikan langsung kehancuran terumbu karang di kawasan Mandailing Natal.

“Kami menyaksikan sendiri terumbu karang yang luasnya berhektar-hektar hancur akibat keserakahan manusia yang menggunakan pukat trawl. Padahal, terumbu karang adalah rumah bagi bibit-bibit ikan,” katanya.

Selain isu alam, menurutnya film ini didedikasikan sebagai media sosialisasi bagi kepemudaan. Melalui alur ceritanya, “Samudera” menyelipkan pesan kuat agar para pemuda menjauhi narkoba, memperbaiki akhlak, dan kembali fokus membangun kampung halaman mereka masing-masing. (ANG)

Next Post
Ilustrasi perdagangan saham.

IHSG Kembali Terpuruk Dekati Batas Level ARB

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba