ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

RI Targetkan Kematian Balita akibat Pneumonia Turun di 2030

BY El Simamora
Senin, 11 November 2024
in Nasional
Ilustrasi.

Ilustrasi. (Freepik)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Kementerian Kesehatan mengatakan, Indonesia memiliki target ambisius untuk menurunkan angka kematian balita akibat pneumonia menjadi tiga per seribu kelahiran hidup serta menurunkan insiden pneumonia berat pada balita sebesar 75% dibandingkan insiden pada 2019.

Dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin (11/11/2024), Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Yudhi Pramono menyebutkan bahwa pneumonia adalah penyakit infeksi pada paru-paru yang masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada bayi dan anak-anak di dunia. “Pneumonia ini juga merupakan penyebab dari hampir sepertiga atau sekitar 29 persen dari kematian balita dengan sekitar 2 juta anak kehilangan nyawa setiap tahun,” kata Yudhi.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Dia mengutip data 2019 dari UNICEF, yang menunjukkan bahwa diperkirakan ada da 2.200 anak meninggal dari pneumonia setiap harinya. Kemudian, katanya, data WHO 2021 menunjukkan bahwa penyakit tersebut mengakibatkan kurang lebih 740 ribu kematian balita.

“Pada kurun waktu 2018-2022, untuk pembiayaan terhadap penyakit pernafasan meningkat secara signifikan dan cenderung naik setiap tahunnya. Dan pneumonia ini menduduki turutan pertama dari data BPJS Kesehatan tahun 2023. Pneumonia menelan biaya sekitar kurang lebih Rp8,7 triliun dan untuk TB sekitar Rp5,2 triliun,” dia menambahkan.

Untuk penyakit paru obstruksi kronis, katanya, biayanya sekitar Rp1,8 triliun, serangan asma Rp1,4 triliun, dan kanker paru sekitar Rp766 miliar.

Oleh karena itu, katanya, pencegahan dan pengendalian pneumonia harus diperhatikan, dan kerja sama lintas sektor perlu ditingkatkan.

“Mengingat untuk pengendalian faktor risiko pneumonia yaitu meliputi pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan, pemberian imunisasi,” ujarnya.

Selain itu, asap rokok, polusi dalam maupun luar ruangan, kepadatan penduduk, serta terkait rumah sehat yang memiliki ventilasi dan pencahayaan yang cukup.

Dalam penanganan pneumonia secara efektif, WHO dan UNICEF mengadakan rencana aksi global guna pencegahan, pelindungan, dan pengobatan. Selain itu, Indonesia juga turut berkomitmen untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang ketiga, khususnya mengakhiri kematian yang dapat dicegah pada bayi baru lahir dan anak balita hingga setidaknya 25 per seribu kelahiran hidup pada tahun 2030 ini.

“Ini juga mencakup upaya untuk menurunkan anggap kematian balita akibat pneumonia,” dia menambahkan. (Antara)

Next Post
Flyer Lapor Mas Wapres.

Gibran Buka Pengaduan Masyarakat di Istana dan WhatsApp Lewat 'Lapor Mas Wapres'

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba