ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

RI Berpotensi Kehilangan Devisa hingga Rp184,8 Miliar per Hari Imbas Geopolitik Global

Menpar Siapkan 5 Strategi Jaga Pertumbuhan Pariwisata

BY El Simamora
Selasa, 17 Maret 2026
in TRAVEL BUDAYA
Bali.

Bali. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi konektivitas dan mobilitas wisatawan internasional.

Dalam Webinar Nasional “Tourism Under Fire” yang diselenggarakan Ikatan Alumni NHI Bandung, Senin (16/3/2026), Menpar menjelaskan situasi geopolitik global mulai berdampak pada operasional maskapai penerbangan, termasuk penyesuaian rute penerbangan jarak jauh serta kenaikan biaya perjalanan akibat lonjakan harga bahan bakar.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Kawasan Timur Tengah selama ini menjadi salah satu hub strategis bagi perjalanan wisatawan dari Eropa dan Amerika menuju Indonesia. Kondisi geopolitik yang berkembang di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi arus perjalanan internasional menuju Indonesia.

Pemerintah memperkirakan potensi dampak langsung terhadap kunjungan wisatawan mancanegara dapat mencapai sekitar 4.700 hingga 5.500 orang per hari. Jika kondisi tersebut berlanjut, potensi kehilangan devisa diperkirakan berkisar antara Rp157,9 miliar hingga Rp184,8 miliar per hari.

“Pariwisata Indonesia sebenarnya sedang berada pada momentum yang sangat baik. Pada tahun 2025 kami mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan capaian devisa sebesar US$18,27 miliar. Meski pasar Eropa, Timur Tengah, dan Amerika hanya menyumbang 21,7% dari total kunjungan, kontribusi devisanya mencapai 34,7% karena mereka merupakan wisatawan dengan tingkat pengeluaran yang tinggi,” kata Menpar.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi dampak tersebut, Kementerian Pariwisata menyiapkan lima strategi mitigasi utama.

Strategi pertama adalah melakukan diversifikasi pasar wisatawan mancanegara dengan memperkuat promosi pada pasar jarak pendek dan menengah yang memiliki konektivitas penerbangan relatif stabil, seperti Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, dan India.

Dalam waktu dekat, calon wisatawan akan melihat lebih banyak kampanye promosi yang menampilkan Indonesia sebagai destinasi alternatif yang menarik, aman, dan stabil untuk dikunjungi.

Strategi kedua adalah mengoptimalkan penerbangan langsung, termasuk rute Amsterdam–Jakarta dan Amsterdam–Denpasar yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat tetap menjaring wisatawan dari pasar Eropa, terutama menjelang musim libur musim semi dan musim panas.

Strategi ketiga adalah penguatan promosi digital berbasis data untuk menjangkau calon wisatawan secara lebih tepat sasaran, sekaligus meningkatkan efektivitas kampanye pariwisata Indonesia di berbagai pasar potensial.

Strategi keempat adalah memperkuat pergerakan wisatawan nusantara dengan mendorong masyarakat Indonesia untuk berwisata di dalam negeri. Upaya ini menjadi semakin relevan terutama menjelang momentum libur Lebaran yang biasanya diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

Strategi kelima adalah mendorong penyelenggaraan berbagai event pariwisata di wilayah perbatasan untuk menjaga dinamika ekonomi pariwisata di berbagai daerah. Wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura yang berkunjung ke wilayah Kepulauan Riau, misalnya, memiliki kecenderungan untuk melakukan kunjungan berulang.

“Karena itu peluang ini perlu dimanfaatkan secara optimal antara lain dengan menawarkan paket wisata golf, wisata belanja, wellness, dan berbagai pengalaman wisata lainnya,” kata Menpar.

Selain itu, Menpar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, antara lain dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi, dan Kementerian Keuangan, untuk mengeksplorasi berbagai kebijakan yang dapat memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.

Beberapa opsi yang sedang didorong antara lain penambahan kapasitas kursi penerbangan, peningkatan keterjangkauan harga tiket, serta kebijakan bebas visa kunjungan bagi pasar-pasar potensial.

“Langkah-langkah tersebut penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tengah situasi global yang membutuhkan strategi yang responsif dan adaptif,” kata Menpar.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Menteri Pariwisata juga menyampaikan adanya perkembangan positif dari pasar Asia Timur. Sejumlah maskapai seperti China Airlines, Spring Airlines, dan China Southern dilaporkan akan menambah frekuensi penerbangan serta membuka rute baru menuju Jakarta dan Bali mulai Mei 2026.

“Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang solid, saya yakin sektor pariwisata Indonesia akan terus tumbuh secara berkelanjutan, inklusif, dan semakin berdaya saing di tingkat global,” ucapnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa sektor pariwisata Indonesia mencatatkan performa impresif sepanjang tahun 2025 dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp945,7 triliun atau sebesar 3,97%. Keberhasilan ini didorong oleh kunjungan 15,39 juta wisatawan mancanegara (wisman), yang tumbuh 10,7% secara tahunan atau yoy, serta menyerap 25,91 juta tenaga kerja.

Namun, di tengah capaian positif tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menegaskan bahwa ketangguhan sektor ini tengah diuji oleh tantangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu konektivitas global. Berdasarkan proyeksi Kemeterian Pariwisata, gangguan ini berpotensi menyebabkan kehilangan 5.500 wisman dan devisa senilai Rp184,8 miliar per hari jika tidak segera dimitigasi.

“Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk mitigasi kerugian akibat krisis global dan membangun fondasi pariwisata dengan destinasi yang kompetitif, tangguh dan berdaya saing di kancah internasional,” ujar Airlangga.

Airlangga juga mengungkapkan akan menyiapkan langkah-langkah strategis, seperti penguatan pasar domestik melalui micro tourism, mendorong destinasi bagi digital nomad, hingga pemasaran untuk menonjolkan Indonesia sebagai destinasi yang high end dengan harga terjangkau perlu di garis besarkan.

“Dan tentunya kolaborasi dan sinergi diperlukan untuk menentukan ketahanan ekosistem pariwisata,” katanya. (ANG)

Next Post
Samsung Electronics pertahankan posisi No. 1 dalam penjualan Soundbar Global.

Samsung Pertahankan Posisi No. 1 Penjualan Soundbar Global 12 Tahun Berturut-turut

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba