ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Prediksi Baru Puncak Musim Kemarau RI Setelah El Nino Melemah

BY El Simamora
Jumat, 26 April 2024
in Nasional
Ilustrasi musim kemarau.

Ilustrasi musim kemarau. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, anomali Sea Surface Temperature (SST) atau suhu permukaan laut pada dasarian II bulan April 2024 di wilayah 3.4 menunjukkan El Nino lemah dengan indeks +0,93.

Disebutkan, kondisi ini menunjukkan El Nino secara gradual turun terus dari periode sebelumnya. El Nino tercatat sudah berlangsung selama 34 dasarian (sekitar 340 hari).

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

“BMKG dan beberapa pusat iklim dunia memprediksi El Nino secara gradual akan beralih menjadi Netral mulai Mei-Juni-Juli 2024,” demikian mengutip Analisis Dinamika Atmosfer – Laut dan Prediksi Curah Hujan Mei-Oktober 2024 yang dirilis BMKG pada 23 April 2024.

Di sisi lain, untuk Indian Ocean Dipole (IOD) dilaporkan dalam kategori Netral dengan indeks +0,31 dan diprediksi bertahan hingga 5 bulan ke depan.

Sebagai informasi, kedua fenomena ini memicu musim kemarau dengan suhu panas dan kekeringan lebih ekstrem dibandingkan musim kemarau biasanya.

Lalu bagaimana kondisi cuaca ke depan?

BMKG mencatat, per 12 April 2024, sebanyak 76% atau 533 Zona Musim (ZOM) di Indonesia tengah mengalami musim hujan, sedangkan 8% atau 53 ZOM mengalami musim kemarau. Sementara 16% lainnya atau 113 ZOM memiliki tipe 1 musim.

Menurut BMKG, pada umumnya curah hujanan bulanan di Indonesia berada pada kategori menengah-tinggi. Wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan rendah (<50 mm) meliputi sebagian Lampung, sebagian besar pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT)). “Pada Mei-Juni 2024, pada umumnya Indonesia bagian utara mengalami sifat hujan Normal-Atas Normal, sedangkan bagian selatan seperti pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT mengalami curah hujan di bawah normal,” jelas BMKG. Berikut wilayah berpeluang curah hujan tinggi di bulan Mei 2024 (>300 mm/bulan):

Aceh
Sumatra Utara
Sumatra Barat
Kepulauan Riau
Bengkulu
Kepulauan Bangka Belitung
sebagian besar Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
sebagian Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Utara
sebagian besar Sulawesi Selatan
Sulawesi Barat
sebagian Sulawesi Tengah
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua Tengah
Papua
Papua Selatan.

Sementara, wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, sebagian ebsar Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT berpeluang besar mengalami curah hujan rendah di bulan Mei 2024, kurang dari 100 mm per bulan.

Lantas, bagaimana dengan musim kemarau di Indonesia untuk tahun ini?

BMKG memprediksi awal musim kemarau di wilayah-wilayah Indonesia dimulai dengan waktu-waktu berbeda. Bervariasi antara bulan Mei- Agustus II, meski ada juga yang baru mulai di bulan Oktober-Desember.

Terlihat dari peta yang dirilis BMKG, sebagian wilayah di Jawa masuk musim kemarau di bulan Mei, sedangkan Sumatra di bulan Juni-Juli 2024. (CNBC)

Next Post
Jay Idzes

Venezia Tempel Parma di Puncak Serie B Liga Italia Usai Kalahkan Cremonese

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba