ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

Prambanan Shiva Festival, Perpaduan Nilai Spiritual dan Budaya dalam Mahashivaratri

BY El Simamora
Senin, 9 Februari 2026
in TRAVEL BUDAYA
Candi Prambanan.

Candi Prambanan. (Dok. Kemenpar)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Candi Prambanan akan menjadi ruang berkumpul umat Hindu Nusantara dan dunia melalui rangkaian perayaan spiritual budaya Prambanan Shiva Festival 2026. Festival ini akan berlangsung pada tanggal 17 Januari hingga 15 Februari 2026 dan berpusat di kawasan Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan.

Mengutip laman Kemenpar, Prambanan Shiva Festival 2026 mengusung tema The Month of Shiva for Spiritual, Peace, and Harmony. Prambanan Shiva Festival merupakan perayaan tahunan untuk menyambut hari suci Shivaratri yang diperingati oleh umat Hindu tiap tahunnya sebagai bentuk pemujaan terhadap Dewa Shiva. Lebih dari perayaan keagamaan, Prambanan Shiva Festival juga menjadi momentum menguatkan peran Candi Prambanan sebagai salah satu warisan budaya dunia sekaligus pusat spiritual umat Hindu.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Prambanan Shiva Festival terselenggara melalui kolaborasi antara Kemenpar RI, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama melalui Dirjen Bimas Hindu, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), serta InJourney Destination Management. Beragam kegiatan yang akan berlangsung di Prambanan Shiva Festival antara lain:

1. Prosesi Sembahyang Mahashivaratri

Prosesi sembahyang Mahashivaratri menjadi puncak dari seluruh rangkaian Prambanan Shiva Festival. Mahashivaratri dimaknai sebagai malam keagungan Dewa Shiva, yang menjadi waktu istimewa bagi umat Hindu untuk meningkatkan spiritualitas diri.

Rangkaian peribadatan diawali dengan melantunkan doa-doa suci, menjalankan puasa, serta merenungkan nilai etika, kebajikan, pengampunan, dan anugerah Dewa Shiva. Prosesi suci ini dilaksanakan pada tengah malam hingga dini hari mulai pukul 00.00 – 03.00 WIB, sebagai momen kontemplatif bagi umat Hindu untuk mendekatkan diri kepada Dewa Siwa. Setelah melalui sejumlah prosesi, rangkaian ibadah diakhiri dengan persembahyangan Tilem Kepitu yang menandai berakhirnya malam suci Mahashivaratri.

2. Festival Dipa dan Damaru

Sebagai bagian dari closing ceremony, Festival Dipa dan Damaru menjadi momen puncak yang paling ditunggu wisatawan. Kegiatan ini akan digelar pada 15 Februari 2026 di Garuda Mandala, Kompleks Candi Prambanan.

Festival ini menghadirkan prosesi renungan suci dengan pelantunan 1008 nama Shiva, dilanjut dengan penyalaan dipa secara massal sebagai simbol cahaya dan kesadaran batin. Dentingan alat musik Damaru juga turut hadir dalam satu rangkaian yang meramaikan malam hangat di Candi Prambanan.

Rangkaian acara closing ceremony ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik etnik, tari Nusantara, tari abad ke-9, serta tari Shiva Nataraja. Pertunjukan tari Shiva Nataraja memiliki makna penting dalam perayaan Mahashivaratri sebagai penggambaran perwujudan Shiva dalam siklus penciptaan, pemeliharaan, dan kehancuran. Tarian ini melambangkan energi kreatif, pemeliharaan alam semesta dan kekuatan Shiva dalam siklus hidup.

3. Pameran Lukisan, Parade Budaya, dan Spiritual Tour

Selain prosesi keagamaan, Prambanan Shiva Festival juga mengajak pengunjung menelusuri jejak spiritual yang melekat pada Candi Prambanan. Salah satunya adalah pameran lukisan yang mengangkat tema aktivitas religi di Candi Prambanan, termasuk relief candi utama dan candi perwara yang merekam jejak pemujaan Dewa Shiva sejak abad ke-9.

Rangkaian ini dilengkapi dengan Parade Budaya yang menampilkan keragaman seni, tradisi, dan identitas budaya dari berbagai daerah pada 14 Februari 2026. Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti Spiritual Tour pada 10–13 Februari 2026 untuk menelusuri candi-candi bersejarah di kawasan Prambanan.

4. Peduli Lingkungan Melalui Bhakti Shivagrha

Selain menghadirkan momen peribadatan sakral, komitmen terhadap pelestarian alam dan keberlanjutan lingkungan turut menjadi bagian penting dalam Prambanan Shiva Festival melalui kegiatan Bhakti Shivagrha. Program ini menjadi kegiatan kolektif yang melibatkan pengunjung, masyarakat, dan komunitas untuk merawat kawasan budaya Candi Prambanan sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung mulai 8 Februari 2026 ini mencakup Gerakan Wisata Bersih serta penanaman pohon langka seperti parijata, kawista, dan genitri. Ada pula pelepasan fauna berupa ikan air tawar dan burung dara di lingkungan Candi Prambanan pada 8 Februari 2026.

5. Forum Konferensi Internasional

Prambanan Shiva Festival turut menghadirkan konferensi internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Kegiatan edukatif ini akan berlangsung  pada 15 Februari 2026, pukul 09.00–13.00 WIB di Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan.

Konferensi ini menjadi ruang kolaborasi riset internasional untuk mengeksplorasi Candi Prambanan dari berbagai perspektif, mulai dari sejarah, arkeologi, hingga spiritualitas. Kehadiran konferensi ini juga menjadikan posisi Prambanan bukan hanya sebagai situs warisan dunia, tetapi juga pusat pengetahuan dan dialog lintas budaya yang terus berkembang.

Eksplor Ragam Aktivitas Menarik di Sekitar Candi Prambanan

Selain menyaksikan momen peribadatan dan festival dipa di Prambanan Shiva Festival, jangan lewatkan keseruan aktivitas lainnya di sekitar Candi Prambanan berikut ini!

1. Menyaksikan Pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan

Salah satu kegiatan menarik yang tak boleh dilewatkan saat datang ke Candi Prambanan adalah menyaksikan pertunjukan ikonik sendratari Ramayana Prambanan. Pertunjukan tari dan drama ini mengangkat kisah Ramayana dengan latar panggung modern yang menakjubkan.

Sendratari Ramayana Prambanan bisa disaksikan tiap hari Selasa, Kamis, Jumat, dan Sabtu di Gedung Trimurti untuk pertunjukan indoor,  dan Teater Amphi Prambanan untuk outdoor. Adapun harga tiket pertunjukan yaitu Rp150.000 dan bisa dibeli secara online dengan mengunjungi Instagram @ramayanaprambanan.

2. Telusur Desa Wisata Bugisan hingga Relief Candi Plaosan

Untuk kamu yang ingin menenangkan diri riuh perkotaan, coba melipir sejenak ke Desa Wisata Bugisan yang lokasinya tidak jauh dari Prambanan. Persawahan hijau khas suasana asri pedesaan menjadi daya tarik utama yang cocok sebagai pilihan tempat untuk beristirahat setelah lelah berkeliling di area Prambanan.

Terlebih, desa wisata ini juga mempunyai candi kembar yang dikenal dengan nama Candi Plaosan. Bangunan candi yang dipengaruhi oleh arsitektur Hindu dan Buddha itu mempunyai pesona menarik untuk diabadikan dan dieksplorasi pada tiap sudut bangunannya.

Berdiri gagah di tengah persawahan yang mengelilinginya, Candi Plaosan juga memancarkan pesona yang mengagumkan saat sore hari. Langit oranye yang menenangkan dari balik candi menjadi latar sempurna untuk mengabadikan momen padu keindahan alam dengan kemegahan Candi Plaosan.

3. Santap Soto Bathok Mbah Katro Sambisari

Tak jauh dari Candi Prambanan, ada hidangan tradisional yang menghadirkan pengalaman kuliner otentik khas Jogja, yaitu soto bathok. Salah satu tempatnya berada di Sambisari, Kalasan, Kabupaten Sleman dengan nama Soto Bathok Mbah Katro.

Sesuai namanya, hidangan ini menyajikan soto bening dengan nasi isian tauge, sayuran, dan daging di dalam tempurung kelapa. Seporsi soto bathok bisa dinikmati dengan harga mulai Rp6.000 hingga Rp8.000 di luar makanan pelengkap seperti sate usus, sate telur puyuh, perkedel dan lainnya.

Tempat ini juga memungkinkan pengunjung bisa menikmati soto dengan pemandangan Candi Sambisari. Tentunya, candi ini juga bisa menjadi tempat yang dikunjungi untuk mendalami wisata candi baik sebelum atau sesudah menyantap soto bathok. (ANG)

Next Post
Gubernur Bobby usai berdiskusi dengan BPS, di Kantor BPS Kota Medan, Senin (9/2/2026).

Bobby Minta Kepala Daerah Dukung Pelaksanaan DTSEN

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba