ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Potensi Ekonomi Digital RI Diperkirakan Bisa Capai US$360 Miliar

Nezar Patria Sebut Kolaborasi Ekosistem Kunci Ekonomi Digital

BY El Simamora
Selasa, 23 Juni 2026
in Nasional
Wamenkomdigi, Nezar Patria memberikan keynote speech penutup dalam acara DEAL 2026 di Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Wamenkomdigi, Nezar Patria memberikan keynote speech penutup dalam acara DEAL 2026 di Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). (Dok. Komdigi)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Indonesia menguasai sekitar 40% ekonomi digital ASEAN dan diproyeksikan memiliki nilai ekonomi digital hingga US$360 miliar dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengingatkan bahwa besarnya pasar tidak akan otomatis menjadikan Indonesia sebagai kekuatan teknologi global.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Menurutnya, masa depan ekonomi digital nasional ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan membangun ekosistem yang terhubung, mulai dari infrastruktur, talenta, industri, hingga inovasi teknologi.

“Kita sudah mengeksplorasi delapan prioritas untuk pembangunan ekosistem digital di Indonesia dengan spektrum yang cukup luas dan rentang yang beragam, mulai dari peningkatan nilai tambah industri telekomunikasi sampai dengan peningkatan efisiensi biaya logistik nasional. Saya kira di setiap layer, seperti sudah disampaikan oleh Ibu Menteri tadi, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memperkuat ekosistem nasional,” ujar Wamen Nezar Patria dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Nezar menegaskan pembangunan ekosistem digital merupakan bagian penting dari strategi Indonesia Digital 2045. Langkah yang diambil saat ini akan menentukan kemampuan Indonesia mencapai kemandirian teknologi pada 2045.

“Tahap yang kita lalui sekarang akan menentukan apakah pada 2045 kita bisa mencapai tujuan strategis nasional kita untuk kemandirian teknologi. Penguatan kolaborasi adalah kata kunci yang paling penting yang harus sama-sama kita internalisasi dan bagaimana kita eksekusi,” katanya.

Untuk mempercepat pembangunan digital nasional, Indonesia perlu belajar dari negara yang berhasil membangun fondasi ekonomi digital melalui penguatan infrastruktur publik digital.

Salah satu contoh yang dinilai relevan adalah India yang membangun sistem identitas dan pembayaran digital sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi digital nasional.

“Dengan India mungkin kita bisa belajar banyak bagaimana mereka mulai membangun ekosistem digital ini sepuluh tahun yang lalu, pada 2015. Apa yang mereka perkuat? Mereka memperkuat infrastruktur publik digitalnya,” ungkapnya.

Menurut Nezar, infrastruktur publik digital yang inklusif mampu mendorong layanan keuangan, memperluas akses masyarakat terhadap layanan digital, dan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi digital.

“Kita tahu India mencoba membangun satu sistem yang inklusif dengan membuat Unified Payment Interface atau UPI dan sistem Aadhaar. Dan itu bisa menjadi driver untuk financial services yang ada di India dan kemudian menjadi backbone untuk tumbuhnya ekosistem ekonomi digital yang ada di India,” jelas Wamen Nezar.

Selain memperkuat fondasi domestik, Indonesia juga perlu meningkatkan posisi dalam rantai pasok global teknologi digital, terutama pada pengembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Penguasaan teknologi strategis dinilai menjadi syarat penting untuk meningkatkan daya saing nasional.

“Kita lihat bagaimana setelah kekuatan ekosistem ini dibangun, perlu juga diperhatikan bagaimana dengan kekuatan nasional yang kita miliki kita bisa menembus rantai pasar global. Saya kira ini yang paling penting, global supply chain dalam ekonomi digital, khususnya adopsi teknologi-teknologi yang advanced atau emerging technology, seperti artificial intelligence,” tegasnya.

Meski memiliki potensi besar, Indonesia masih berada pada tahap awal pengembangan AI dan belum menempati posisi strategis dalam rantai nilai global teknologi tersebut.

Karena itu, pembangunan ekosistem digital nasional harus memiliki arah yang jelas agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dan inovasi.

“Komitmen kita untuk membangun satu ekosistem digital nasional harus punya tujuan strategis nasional yang sama-sama kita pegang sebagai north star ke mana kita menuju,” imbuhnya.

Potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$105 miliar pada 2025 dan berpotensi meningkat menjadi US$260 miliar hingga US$360 miliar pada masa mendatang.

Indonesia juga menjadi kontributor terbesar ekonomi digital di Asia Tenggara dengan porsi sekitar 40%. Menurutnya, besarnya peluang tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat dan terukur di seluruh rantai nilai ekonomi digital.

“Kontribusi Indonesia untuk ASEAN sekitar 40%. Kalau kawasan ASEAN bertumbuh 1 triliun US$, kita menyumbang 365 miliar US$. Saya kira kita punya share yang cukup besar dari pertumbuhan ekonomi digital di kawasan. Dan itu sangat ditentukan oleh kolaborasi yang kita buat di dalam ekosistem digital ini,” tambahnya.

Melalui DEAL 2026, pemerintah berharap lahir kolaborasi yang mampu memperkuat daya saing nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, dan mendorong terwujudnya kemandirian teknologi Indonesia.

“Indonesia tidak kekurangan talenta. Indonesia tidak kekurangan ide. Indonesia tidak kekurangan semangat. Yang kita perlukan adalah keberanian untuk bergerak bersama,” pungkas Nezar. (REL)

Next Post
Pertamina membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025.

Kinerja 2025 Positif, Pertamina Bukukan Pendapatan Rp1.167,99 Triliun

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba