ODEBA.id, Jakarta – Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi denda berat kepada sejumlah klub menyusul maraknya aksi penyalaan suar (flare) oleh suporter. Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI yang digelar pada tanggal 19, 20, dan 26 Mei 2026, pelanggaran terkait atribut asap ini mendominasi dan memaksa klub merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah.
Tercatat ada enam klub yang harus membayar denda maksimal masing-masing sebesar Rp250 juta hanya karena ulah suporter yang menyalakan flare, petasan, atau kembang api dalam jumlah banyak. Klub-klub tersebut adalah Persik Kediri, Persis Solo, Bali United FC, PSIM Yogyakarta, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.
Aksi penyalaan flare musim ini tergolong parah karena mengganggu jalannya kompetisi BRI Super League 2025/2026. Panitia Pelaksana (Panpel) Bali United, misalnya, dijatuhi denda Rp40 juta karena dinilai gagal menjaga ketertiban saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 17 Mei 2026. Insiden pelemparan flare di stadion tersebut tidak hanya menghentikan pertandingan selama 5 menit, tetapi juga melukai seorang juru kamera (cameraman) hingga mengalami luka bakar di wajah.
Gangguan serupa terjadi di laga Persija Jakarta melawan Semen Padang pada 23 Mei 2026. Akibat pembakaran flare, smoke bomb, petasan, dan kembang api massal pada menit ke-70, pertandingan bahkan sempat tertunda selama 30 menit. Persija pun dijatuhi sanksi denda Rp250 juta untuk pelanggaran tersebut, di luar denda tambahan Rp60 juta akibat invasi suporter ke lapangan seusai laga.
Pelanggaran menyangkut flare berskala kecil di luar pagar area pertandingan juga menyasar tim-tim muda kelompok umur seperti Persija Jakarta U-18 dan U-20, yang masing-masing dikenai denda sebesar Rp15 juta.
Selain hukuman finansial akibat flare, sidang Komdis PSSI tanggal 20 Mei 2026 mengeluarkan keputusan paling krusial untuk PSM Makassar. Akibat kerusuhan masif dalam laga kontra Persib Bandung pada 17 Mei 2026, skuad Juku Eja dihukum larangan menyelenggarakan dua pertandingan kandang tanpa penonton pada musim kompetisi 2026/2027.
Lebih dari itu, Komdis PSSI juga menutup sebagian area Stadion (Tribun Selatan) selama satu musim penuh. Sanksi ini dijatuhkan lantaran suporter PSM Makassar terbukti melakukan penyalaan flare, menginvasi lapangan, menyerang pemain Persib Bandung, merusak fasilitas, hingga menjarah barang tim dan perangkat pertandingan. (ANG)






