ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Persiapan Haji 2027, Bandara Dhoho Kediri Dikaji Jadi Embarkasi Baru

BY El Simamora
Kamis, 2 Juli 2026
in Nasional
Menhaj Moch. Irfan Yusuf, saat memberikan keterangan kepada media.

Menhaj Moch. Irfan Yusuf, saat memberikan keterangan kepada media. (Dok. Kemenhaj)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Surabaya – Di tengah fase akhir proses pemulangan jemaah haji Indonesia 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai menyiapkan langkah strategis untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Salah satunya melalui pembahasan pemanfaatan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji baru.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Bandara Dhoho Kediri sebagai Embarkasi Haji, di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Rabu (1/7/2026). Rapat dipimpin Menteri Haji dan Umrah RI (Menhaj), Moch. Irfan Yusuf bersama jajaran pimpinan Kemenhaj, serta dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Kediri, Otoritas Bandara Wilayah Surabaya, dan para pemangku kepentingan terkait.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Menhaj menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan haji harus dilakukan jauh sebelum musim haji dimulai agar setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi jemaah.

“Semua kebijakan yang kita ambil harus berorientasi pada kemaslahatan jemaah dan efisiensi penyelenggaraan haji,” tegas Menhaj.

Menurut Menhaj, pengembangan embarkasi baru bukan sekadar menambah fasilitas, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan haji yang semakin berkualitas.

“Yang kita bangun bukan hanya fasilitas, tetapi sistem pelayanan haji yang semakin baik. Seluruh persiapan harus dilakukan secara matang agar penyelenggaraan haji 2027 menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, lebih efisien, dan semakin berpihak kepada jemaah,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan memaparkan hasil pembahasan awal mengenai potensi Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji baru. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mencari alternatif operasional yang lebih efisien.

Saat ini, penerbangan haji Embarkasi Surabaya masih menghadapi tantangan karena Bandara Juanda belum dapat melayani pesawat berbadan lebar Boeing 777-300. Akibatnya, penerbangan masih menggunakan Airbus A330-300 yang memerlukan technical landing untuk pengisian bahan bakar saat keberangkatan maupun kepulangan sehingga berdampak pada meningkatnya biaya operasional.

“Bandara Dhoho memiliki potensi menjadi embarkasi haji baru. Namun, seluruh aspek pendukung harus dipastikan siap agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan optimal,” jelas Ian.

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Mohammad As’Adul Anam, menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi penyelenggaraan haji 2027, Embarkasi Dhoho diperkirakan akan melayani sekitar 10.548 jemaah dari wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun, termasuk usulan penambahan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro.

“Penambahan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro didasarkan pada pertimbangan jarak tempuh yang lebih dekat menuju Bandara Dhoho dibandingkan Embarkasi Surabaya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus mendukung pemerataan layanan embarkasi haji di Jawa Timur,” ujar Anam.

Pembahasan ini menjadi bagian dari komitmen Kemenhaj untuk menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2027 sejak dini. Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, otoritas kebandarudaraan, dan seluruh pemangku kepentingan, Kemenhaj berharap setiap kebijakan yang dihasilkan mampu menghadirkan layanan haji yang semakin efektif, efisien, serta berorientasi pada kenyamanan dan kemaslahatan jemaah. (ANG)

Next Post
Kantor agensi Hybe.

HYBE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Fokus ESG dan Perlindungan Artis

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba