ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Perkuat Mitigasi Pesisir Barat Sumatra, HF Radar Array Resmi Beroperasi

BY El Simamora
Jumat, 3 Juli 2026
in Nasional
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. (Dok. BMKG)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Pariaman – Teknologi pemantauan laut mutakhir, High Frequency (HF) Radar Array, di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) resmi beroperasi. Peresmian ini menandai langkah strategis BMKG dalam memperkuat sistem observasi laut nasional, mempercepat peringatan dini tsunami, serta melindungi keselamatan nelayan dan aktivitas pelayaran di wilayah pesisir barat Sumatra.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menegaskan, kehadiran infrastruktur modern ini membuktikan komitmen BMKG yang tidak hanya fokus pada penanganan bencana, tetapi juga hadir secara aktif dalam mendukung seluruh sektor pembangunan nasional, termasuk ketahanan pangan dan ekonomi maritim.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

“Kami memasang HF Radar ini di tempat-tempat yang strategis untuk mendapatkan informasi kemaritiman terbaik. Melalui alat canggih ini, BMKG dapat mengamati kondisi laut secara terus-menerus dalam cakupan luas, serta memperoleh data arus laut, gelombang, dan arah angin dengan jauh lebih cepat dan akurat,” kata Faisal di Pantai Lohong, Pariaman, Sumbar, Jumat (3/7/2026).

Hingga saat ini, BMKG telah mengoperasikan 4 sistem HF Radar Array dari total 10 unit yang direncanakan di seluruh Indonesia. Khusus di Sumbar, alat pemantau ini terpasang di dua lokasi yang saling melengkapi untuk mengoptimalkan cakupan radar hingga jangkauan 80 km, yaitu di Masjid Al-Hakim (Kota Padang) dan Taman Anas Malik (Kota Pariaman).

Dengan beroperasinya alat baru ini, Sumbar kini diperkuat oleh tiga kolaborasi teknologi radar utama BMKG: Radar Cuaca C-Band di Bandara Minangkabau (untuk penerbangan dan modifikasi cuaca), Radar Maritim X-Band di Teluk Bayur (untuk area pelabuhan), serta HF Radar Maritim terbaru untuk pengawasan laut lepas.

Data dari teknologi ini tidak akan berguna jika tidak menyentuh masyarakat. Karenanya, BMKG secara masif menggelar program edukasi melalui Sekolah Lapang demi mencetak masyarakat yang tangguh dan mandiri dalam menyikapi informasi cuaca dan iklim.

Di wilayah Sumbar, BMKG mencatat telah melaksanakan sebanyak 31 kali Sekolah Lapang Iklim (SLI) untuk membantu petani menentukan masa tanam detail hingga level kecamatan, serta memilih varietas tanaman yang tepat di tengah kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

BMKG juga melaksanakan sebanyak 6 kali Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) untuk melatih nelayan membaca data cuaca, arus, dan sebaran ikan melalui aplikasi Inawis. Dan telah melakukan sebanyak 6 kali Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami guna membangun kesiapsiagaan masyarakat.

“BMKG saat ini tengah mendorong 5 lokasi di Sumbar untuk masuk ke dalam Tsunami Ready Community, sebuah standardisasi komunitas siaga tsunami internasional dari IOC-UNESCO. Hal ini menjadi prioritas karena wilayah pesisir barat Sumatra langsung berhadapan dengan Samudera Hindia dan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi,” ujarnya.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, mengapresiasi penuh langkah BMKG yang resmi mengoperasikan teknologi HF Radar Array di wilayahnya. Kehadiran teknologi mutakhir ini dinilai strategis dalam memperkuat pertahanan maritim, mendukung ketahanan pangan, serta memberikan perlindungan maksimal bagi keselamatan masyarakat pesisir dan para nelayan.

“Sumatra Barat berada di lokasi yang sangat vital dalam sistem pemantauan laut nasional. Ketika terjadi pergerakan mencurigakan di tengah laut sana, HF Radar ini langsung memantau dan mengirimkan informasi cepat ke daratan, sehingga kita bisa memitigasi risiko sejak dini,” papar Mahyeldi.

Di sisi lain, kehadiran infrastruktur ini juga membawa angin segar bagi kesejahteraan ekonomi. Data arus laut dari radar ini terintegrasi untuk mendeteksi lokasi berkumpulnya ikan, sehingga memudahkan nelayan langsung menuju titik tangkap terbaik secara efektif dan aman.

Mahyeldi menjelaskan bahwa keberadaan alat ini sekaligus memperkuat sistem keamanan dan pertahanan laut di Pesisir Barat Sumatra. Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen penuh mendukung visi Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, nasional, serta konektivitas.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan bahwa kehadiran HF Radar ini merupakan tonggak sejarah penting mengingat Kota Pariaman memiliki tingkat kerawanan bencana kelautan yang sangat tinggi. Berdasarkan data topografi, wilayah tertinggi di Kota Pariaman hanya berada di angka 13 hingga 15 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis ini sangat rentan terhadap potensi ancaman gempa skala besar (megathrust) yang diprediksi dapat memicu gelombang tsunami dengan ketinggian melebihi batas daratan tertinggi kota tersebut.

“Radar frekuensi tinggi ini akan menjadi mata dan telinga kita dalam memantau posisi laut secara real-time. Mulai dari deteksi gelombang tinggi hingga mendukung keselamatan para nelayan dan masyarakat pesisir kita. Ini adalah bukti nyata kolaborasi konkret antara pemerintah pusat melalui BMKG dan pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat,” ujarnya

Keberhasilan proyek strategis ini merupakan arahan langsung Presiden RI melalui kerja sama internasional antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Prancis melalui Agence Française De Développement (AFD) selaku _lender dan Collecte Location Satellites (CLS) sebagai penyedia_. BMKG menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Kota Pariaman, serta 5 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di Sumatra Barat, dan Kedeputian Meteorologi yang telah bersinergi menyukseskan pembangunan ini. (ANG)

Next Post
Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas.

Tren Konflik Gajah Sumatera Meningkat, Wamenhut Dorong Solusi Berbasis Data

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba