ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Internasional

Peringatan FAO Soal Gaza: Berisiko Tinggi Alami Kelaparan Akut!

BY El Simamora
Kamis, 27 Juni 2024
in Internasional
Orang-orang menunggu untuk menerima bantuan makanan di kota Rafah di Jalur Gaza selatan.

Orang-orang menunggu untuk menerima bantuan makanan di kota Rafah di Jalur Gaza selatan. (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Roma – Seluruh Jalur Gaza berisiko tinggi mengalami kelaparan, demikian menurut peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) pada Rabu (26/6/2024).

Peringatan ini muncul setelah sebuah laporan baru menunjukkan hampir seluruh penduduk Gaza menghadapi “kerawanan pangan akut, dengan 1 dari 5 warga Gaza berada di ambang kelaparan,” sebut FAO.

BacaJuga

Resmi! Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal WNA Mulai Hari Ini

Dua Penembakan di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Kapasitas Listrik PV China Tembus 1,28 Miliar kW, Geser Batu Bara

Sekitar 459.000 orang di Gaza, atau 22% penduduk daerah itu, berada dalam kondisi “kerawanan pangan yang mengerikan,” sementara hampir seluruh populasi, atau 96% penduduk, menghadapi “tingkat krisis kerawanan pangan akut atau lebih tinggi,” menurut makalah yang diterbitkan oleh Inisiatif Global Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (Integrated Food Security Phase Classification/IPC).

Situasi ini merupakan dampak dari konflik Israel-Hamas yang sedang berlangsung dan pembatasan konvoi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Mengomentari temuan-temuan terbaru itu dalam sebuah konferensi pers di New York, kepala ekonom FAO, Maximo Torero, mengatakan, badan tersebut telah mengamati adanya risiko kelaparan yang tinggi selama delapan bulan terakhir.

“Pertikaian yang tak kunjung usai serta terbatasnya akses bagi mereka yang membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak telah memberikan dampak yang parah bagi seluruh penduduk di Gaza,” ujarnya.

FAO sedang meningkatkan upaya guna menyiapkan input produksi bahan makanan pokok untuk dikirim ke Gaza dengan memobilisasi pelaksanaan program pengadaan lanjutan, begitu akses diberikan. FAO saat ini telah mengajukan permohonan dana sekitar US$40 juta (1 dolar AS = Rp2.261), dengan US$29 juta di akan dialokasikan untuk Gaza dan US$ 11 juta untuk Tepi Barat.

Meski telah dilakukan sejumlah upaya untuk memperbaiki aliran dan akses ke makanan serta air bersih di Gaza utara baru-baru ini, situasinya masih sangat rapuh dan rentan terhadap kemerosotan yang dapat dengan cepat berubah menjadi kelaparan, tambahnya.

Di saat operasi darat yang intens di Gaza utara terus berlanjut, relokasi paksa penduduk dapat memperburuk situasi ketahanan pangan di seluruh Jalur Gaza.

“Dengan sekitar 96% populasi menghadapi kerawanan pangan akut, setiap kemerosotan dapat menyeret lebih banyak orang ke dalam tingkat kelaparan yang mengerikan,” ujar sang kepala ekonom FAO menekankan. “(Hal ini dapat terjadi) Misalnya, jika tingkat pemberian izin dan akses untuk truk-truk bantuan kemanusiaan ke Gaza menurun dan tidak meningkat secara substansial.”

Sebelum konflik, pertanian Gaza dapat memenuhi 20-30% konsumsi harian penduduk. Namun, lebih dari 57% lahan pertanian di Gaza telah rusak sejak Mei 2024, sebut FAO. (Antara)

Next Post
Ilustrasi sepak bola.

Daftar Tim Lolos 16 Besar Euro 2024, Simak Jadwal Pertandingannya

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba