ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Sumut

Pengunjung Pemandian Sidebuk-Debuk Membludak Pasca Penertiban Pungli

BY El Simamora
Minggu, 28 Juni 2026
in Sumut
Arus kendaraan yang keluar masuk menuju pemandian air panas Sidebuk-Debuk.

Arus kendaraan yang keluar masuk menuju pemandian air panas Sidebuk-Debuk. (Dok. Diskominfo Sumut)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Karo – Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo melakukan sosialisasi dan penertiban pungutan liar (Pungli) di jalur menuju kawasan wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk mulai menunjukkan hasil. Dalam dua hari terakhir, jumlah pengunjung meningkat tajam.

Pantauan di kawasan tersebut, Minggu (28/6/2026), arus kendaraan yang keluar masuk menuju pemandian air panas Sidebuk-Debuk terlihat jauh lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Petugas gabungan Satpol PP Provinsi Sumut dan Satpol PP Kabupaten Karo juga masih berjaga di sejumlah titik sepanjang jalur menuju lokasi wisata.

BacaJuga

Pangkas Biaya Logistik, Sumut Usul Jalur Laut Khusus Ekspor UMKM ke Malaysia

Tembus 58.558 Ton GKP, Penyerapan Beras BULOG Sumut Dekati Target 2026

IM3 Rilis Paket Prabayar Istimewa, Beri Akses 5G hingga Kuota Roaming

Petugas Satpol PP Kabupaten Karo, Ebenezer Tarigan, mengatakan pihaknya telah melakukan penjagaan sejak dua hari terakhir. Belasan personel ditempatkan di empat titik, mulai dari persimpangan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum)/Jalan Jamin Ginting hingga akses menuju kawasan pemandian air panas.

“Kita jaga di sini bertugas untuk sosialisasi dan menertibkan aksi pungutan liar menuju pemandian air panas. Seperti lokasi ini, sebelumnya menjadi tempat mereka (pelaku pungli) mengutip uang dari pengunjung yang mau ke dalam,” kata Ebenezer kepada tim di pos jaga pertama.

Menurutnya, pada hari pertama penertiban, Jumat (26/6/2026) malam, petugas sempat menghadapi kendala karena para pelaku yang diduga melakukan pungli berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pantauan.

“Jadi sebelumnya kita sempat ‘kucing-kucingan’ sama mereka. Makanya pos jaga kita tambah menjadi empat titik, selama 24 jam bergantian. Dan untuk mengantisipasi itu, kita adakan patroli di sepanjang jalur ini secara berkala,” jelas Ebenezer.

Personel Satpol PP Sumut, Rido, juga membenarkan bahwa petugas sempat menghadapi tantangan saat melakukan penjagaan, terutama pada malam hari. Meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas membuat arus lalu lintas menjadi lebih padat sehingga petugas harus bekerja lebih waspada.

“Setelah penjagaan ini, jumlah kendaraan yang masuk luar biasa banyak. Beberapa pengunjung mengapresiasi kehadiran kita, dan ada juga yang berhenti ingin membayar karena tidak tahu ada penertiban sebelumnya,” ujar Rido.

Meningkatnya jumlah wisatawan juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha di kawasan pemandian air panas Sidebuk-Debuk. Ima, pemilik kantin dan penginapan, mengaku lonjakan pengunjung dalam dua hari terakhir bahkan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi wisata.

“Walaupun di masa liburan sekolah biasanya ramai, tetapi tidak pernah seramai ini. Kalau padatnya pengunjung, sudah seperti saat tahun baru. Kami bersyukur karena orang menjadi ramai yang datang. Kalau bisa Pak Gubernur, Pak Bupati, pungli bisa dihapuskan seterusnya,” sebut Ima.

Hal senada disampaikan warga setempat, Icky, yang mengaku omzet dagangannya ikut meningkat seiring bertambahnya jumlah pengunjung. Penjual makanan ringan di kawasan tersebut juga merasakan dampak positif dari penertiban pungli yang dilakukan Pemprov Sumut bersama Pemkab Karo.

Sementara itu, para pengunjung mengaku kini lebih nyaman berwisata karena tidak lagi dihentikan dan dimintai sejumlah uang oleh oknum pelaku pungli. Sebelumnya, mereka harus mengeluarkan biaya yang bahkan lebih besar daripada harga tiket masuk ke pemandian air panas.

“Kami sudah setahun tak kemari, karena pungli ini. Dua kali kena (dimintai uang masuk), di depan dan di tengah. Justru lebih besar uang kutipan di jalan daripada uang masuk ke pemandian,” kata Rahmat Hidayat, warga Kota Medan yang datang bersama keluarganya.

Pengunjung lainnya, Sandy, berharap penertiban dapat dilakukan secara berkelanjutan agar praktik pungli benar-benar hilang dari kawasan wisata tersebut. Ia juga mendukung rencana Gubernur Sumut Bobby Nasution membuka jalur akses baru menuju lokasi wisata.

“Kami sudah lihat di Siosar, tempat itu tutup karena tak ada lagi pengunjung. Penyebabnya ya pungli. Jadi kami terima kasih kepada Pak Bobby, kalau bisa seterusnya begini, kita pun nyaman datang kemari,” katanya. (ANG)

Next Post
Logo Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market.

Pasar Film JAFF Market Kembali Digelar 28-30 November

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba