ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Penguatan Riset dan Kolaborasi One Health Cegah Penyakit Zoonosis dan Emerging

BY El Simamora
Senin, 26 Agustus 2024
in Nasional
Ilustrasi tes darah penyakit Zoonosis.

Ilustrasi tes darah penyakit Zoonosis. (iStock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Indonesia dengan keanekaragaman hayatinya sangat kaya akan hubungan antara hewan dan manusia yang signifikan. Namun perlu diwaspadai di balik potensi kekayaan tersebut, muncul kerentanan, yaitu munculnya risiko penyakit zoonosis dan penyakit emerging/re-emerging. Komitmen pemerintah sangat kuat untuk menangani ancaman tersebut yaitu dengan menerapkan strategi pendekatan One Health yang mengintegrasikan kebijakan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Kepala Organisasi Riset Kesehatan, NLP Indi Dharmayanti, menjelaskan, meningkatnya frekuensi dan dampak penyakit zoonosis dan penyakit baru disebabkan oleh banyak faktor. Diantaranya globalisasi, perubahan lingkungan, dan intensifikasi interaksi manusia-hewan. Kondisi ini perlu segera diatasi dan dikendalikan, sehingga dibutuhkan peningkatan penelitian interdisipliner mengenai penyakit zoonosis dan penyakit baru yang muncul melalui pendekatan One Health.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

“Penyakit zoonosis dan emerging/re-emerging tidak hanya dapat mengancam kesehatan masyarakat, namun dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi, ketahanan pangan, dan keanekaragaman hayati. Untuk itu riset lintas disiplin menjadi solusi yang cerdas untuk meningkatkan pencegahan, deteksi, dan respons terhadap penyakit zoonosis dan penyakit baru, sehingga dibutuhkan pendekatan terpadu dalam upaya penanganannya,” ungkap Indi, melansir laman BRIN, Senin (26/8/2024).

Indi mengungkapkan untuk lebih memperkuat penanganan tersebut melalui upaya penelitian, sistem pengawasan yang lebih baik, dan kolaborasi erat dengan mitra nasional maupun internasional perlu ditingkatkan. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mendorong penelitian interdisipliner, membangun jaringan kolaborasi, juga dapat  mempromosikan kegiatan peningkatan kapasitas yang berfokus pada zoonosis dan penyakit infeksius yang baru muncul.

“Dengan memperkuat penelitian dan kolaborasi One Health, kita dapat memberikan perlindungan yang lebih baik untuk kesehatan masyarakat, melestarikan keanekaragaman hayati, dan memastikan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan sekitarnya,” imbuh Indi.

Kepala Pusat Riset Veteriner, Harimurti Nuradji menambahkan, wabah penyakit zoonosis seperti Covid-19, Nipah, flu burung, dan Ebola telah mengingatkan kita akan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap munculnya penyakit baru. Dari peristiwa-peristiwa tersebut dapat terdeteksi adanya kesenjangan dalam sistem pemantauan, prediksi, dan pengendalian penyakit zoonosis yang ada. Oleh karena itu, kerangka One Health ini sangat penting untuk memahami dan memitigasi risiko dengan lebih baik akibat efek yang ditimbulkan oleh penyakit-penyakit tersebut.

“Dengan mengumpulkan sumber daya, berbagi pengetahuan, dan kerja sama para pemangku kepentingan dalam satu forum FGD akan dapat membantu menciptakan dan mengembangkan strategi penanganan penyakit yang lebih efektif, upaya pencegahan dan pengendalian yang lebih baik, dan membangun kapasitas yang diperlukan untuk menerapkan strategi ini di tingkat lokal, nasional, dan internasional,” ungkap Harimurti. (ANG)

Next Post
Ilustrasi perdagangan saham.

Public Expose Live 2024 Diikuti 44 Perusahaan Tercatat

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba