ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Pemprov DKI Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30% di 2030

BY El Simamora
Kamis, 20 Agustus 2026
in Nasional
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Dok. Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, DKI Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30% pada 2030 sebagai bagian dari upaya mencapai Net Zero Emission pada 2050. Sektor transportasi menjadi fokus utama karena menyumbang 52% dari total emisi langsung di Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026 di The Tribrata Hotel and Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

“Jakarta butuh sistem mobilitas yang dapat memperluas akses, meningkatkan produktivitas, menurunkan emisi, dan menghubungkan kawasan metropolitan sebagai satu kesatuan ekonomi. Arah ini menjadi dasar low-carbon mobility transformation yang sedang kami bangun,” ujarnya.

Menurut Pramono, tingginya emisi sektor transportasi tidak lepas dari ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Kondisi tersebut juga berdampak pada kemacetan, kualitas udara, produktivitas, efisiensi, kualitas hidup masyarakat, dan daya saing kota.

Pemprov DKI telah menetapkan arah menuju Net Zero Emission pada 2050 melalui peta jalan dekarbonisasi. Di sektor transportasi, Pemprov DKI menargetkan pangsa transportasi publik mencapai 55% pada 2045. Target tersebut ditempuh melalui dua pendekatan, yaitu Pull Strategy dan Push Strategy.

“Pull Strategy diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik transportasi publik. Langkah tersebut dilakukan melalui ekspansi rute Transjabodetabek, MRT dan LRT, transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat, pengembangan Transit-Oriented Development (TOD) dan Park and Ride, serta peningkatan fasilitas pedestrian, jalur sepeda, dan transportasi air,” urai Gubernur Pramono.

Adapun Push Strategy dilakukan untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi melalui kebijakan ganjil-genap, disinsentif parkir bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi, Low Emission Zone, hingga Electronic Road Pricing.

Pemprov DKI juga terus mendorong perubahan perilaku masyarakat, di antaranya melalui gerakan Rabu Naik Angkutan Umum dan Jumat Hari Bersepeda bagi ASN Jakarta.

“Pemprov DKI juga mempercepat transisi hijau melalui elektrifikasi transportasi publik,” ungkap Pramono.

Saat ini, Jakarta memiliki 500 bus listrik. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 10.047 bus listrik pada 2030 atau seluruh armada TransJakarta terelektrifikasi.

Selain elektrifikasi bus, Pemprov DKI terus memperluas jaringan transportasi publik. LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026. MRT Fase 2A ditargetkan mencapai Monas pada 2027 dan dilanjutkan hingga Kota pada 2029. Perluasan jaringan transportasi publik tersebut juga diikuti pengembangan kawasan berbasis TOD, antara lain Blok M Hub dan Dukuh Atas.

Transformasi transportasi Jakarta turut didukung pemanfaatan teknologi dan data. Penerapan Intelligent Transportation Systems (ITS) membantu pengelolaan lalu lintas secara lebih cerdas dan tepat sasaran.

“Intervensi ITS telah berkontribusi terhadap pengurangan lebih dari 8,7 juta ton CO?e,” kata Gubernur Pramono.

Jakarta juga memperkuat smart mobility melalui integrasi pembayaran digital dan jaringan pengumpan Mikrotrans untuk meningkatkan konektivitas first-mile dan last-mile.

Gubernur Pramono menegaskan, dekarbonisasi sektor transportasi bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi pertumbuhan kota. Upaya tersebut butuh kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Melalui IITS 2026, Jakarta hadir sebagai living laboratory yang terus belajar dari kebijakan, inovasi, dan tantangan yang kami hadapi. Kami siap berbagi pengalaman dan membangun kemitraan bersama kota-kota lain,” pungkasnya. (ANG)

Next Post
Whoosh.

Naik Whoosh ke Bandung Great Sale Bisa Dapat Diskon 20%

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba