ODEBA.id, Medan – Harga cabai merah di Kota Medan turun ke Rp31.000 hingga Rp36.000 dari sebelumnya Rp36.000 hingga Rp40.000/kg. Penurunan ini terjadi disaat supply mengalami peningkatan cukup signifikan. Dan supply yang meningkat tersebut data dari wilayah Lucuk Cuik, yang merupakan salah satu sentra produksi tanaman cabai merah di Indonesia.
Biasanya saat Lubuk Cuik (Kabupaten Batubara) memasuki musim panen seperti saat ini, produksi cabai kerap mengalir ke luar Sumatera Utara (Sumut). Umumnya mengalir ke wilayah provinsi tetangga seperti Riau. Dari hasil pemantauan arus lalu lintas barang kebutuhan pokok di Pasar Induk Tuntungan Lau Cih, tren kenaikan cabai merah dari lubuk cuik alami peningkatan yang signifikan.
Jika di pekan lalu, distribusi cabai merah dari Lubuk Cuik ke Lau Cih sekitar 2-3 ton dalam satu malam, belakangan ini khususnya sehari perdagangan sebelumnya, terjadi lompatan pasokan hingga mencapai 10 ton. “Lompakan supply ini telah mendorong penurunan harga. Dan apabila konsisten terjadi nantinya, maka harga cabai merah bisa turun dikisaran Rp20.000-an/kg hingga akhir pekan,” kata Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, Rabu (5/8/2026).
Ada dua hal utama yang harus ditelusuri dari peningkatan supply dari Lubuk Cuik ke Kota Medan edan. Pertama, apakah kenaikan supply ini karena demand atau permintaan dari wilayah lain di luar Sumut turun karena melemahnya konsumsi atau apakah ada limpahan pasokan cabai merah dari luar Sumut yang masuk ke wilayah yang sebelumnya menjadi target pasar cabai merah Lubuk Cuik.
“Kita harapkan ada temuan dari pemerintah untuk mengungkap hal tersebut. Potensi tekanan harga cabai merah saat ini sangat terbuka disaat limpahan cabai merah di Sumut cukup banyak. Upaya yang bisa dilakukan adalah membuka kran transaksi antar daerah, agar cabai merah yang harganya lebih murah ke wilayah lain yang harganya lebih mahal,” kata Gunawan.
Ia menambahkan, kalau dibiarkan petani akan mengalami kerugian. Saat ini harga cabai merah masih berada di harga keekonomiannya. Akan tetapi penurunan lebih lanjut berpeluang menciptakan kerugian bagi petani, karena HPP (harga pokok produksi) cabai merah belakangan alami kenaikan.
“Pemerintah perlu selamatkan daya beli petani karena implikasi dari penurunan harga bisa memicu penurunan produksi dan menyulut kenaikan laju tekanan inflasi di masa mendatang,” kata Gunawan. (ANG)






