ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Internasional

Pascapenangkapan Massal, Protes Pro-Palestina Melanda Kampus-kampus AS

BY El Simamora
Selasa, 23 April 2024
in Internasional
Para pengunjuk rasa pro-Palestina berkumpul dan berkemah di dalam kampus Columbia University di New York, 22 April 2024.

Para pengunjuk rasa pro-Palestina berkumpul dan berkemah di dalam kampus Columbia University di New York, 22 April 2024. (AFP/Charly Triballeau)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, New York – Universitas Columbia membatalkan kelas tatap muka, puluhan pengunjuk rasa ditangkap di Universitas New York dan Yale, sementara gerbang Harvard Yard ditutup pada Senin ketika beberapa universitas di AS berupaya meredam ketegangan terkait perang Israel-Hamas.

Berbagai aksi itu dilakukan menyusul penangkapan pada pekan lalu terhadap lebih dari 100 demonstran pro-Palestina yang melakukan aksi mendirikan tenda di lapangan Universitas Columbia ketika sejumlah kampus kesulitan menentukan batasan antara mengizinkan kebebasan berekspresi sembari mempertahankan kampus tetap aman dan inklusif.

BacaJuga

Resmi! Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal WNA Mulai Hari Ini

Dua Penembakan di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Kapasitas Listrik PV China Tembus 1,28 Miliar kW, Geser Batu Bara

Selain demonstrasi di kampus-kampus Ivy League, aksi mendirikan tenda untuk mendukung Palestina juga bermunculan di kampus-kampus lain, termasuk di Universitas Michigan, Universitas New York, dan Institut Teknologi Massachusetts.

Dalam pernyataan di Instagram pada Senin (22/3/2024), pejabat Universitas New York memperingatkan para pengunjuk rasa untuk membersihkan pelataran pada pukul 4 sore (waktu setempat) atau menerima konsekuensi atas aksi tersebut.

Penangkapan massal kemudian dimulai pada sekitar pukul 8.30 malam (waktu setempat), demikian menurut laporan AP.

Sementara itu, BBC juga melaporkan penangkapan di Universitas Yale pada Senin dan pembatalan kelas tatap muka di Universitas Columbia karena kekhawatiran munculnya antisemitisme di kampus.

Protes “mendirikan tenda” serupa juga terjadi di kampus-kampus lain, termasuk Universitas California di Berkeley.

Para pejabat kampus semakin tertekan untuk berupaya meredakan ketegangan di kampus.

Demonstrasi dan debat sengit tentang perang Israel-Gaza, serta kebebasan berbicara telah menjadi isu yang mengguncang kampus-kampus universitas besar di AS sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober.

Para mahasiswa dari kedua belah pihak yang berbeda pendapat mengatakan telah terjadi peningkatan insiden antisemit dan Islamofobia.

Gerakan protes kampus baru-baru ini menjadi sorotan global pekan lalu, setelah polisi Kota New York dipanggil ke kampus Universitas Columbia di New York untuk menangkap puluhan pengunjuk rasa.

Sejak saat itu, ketegangan di kampus kian meningkat di sejumlah institusi AS.

Pada Senin, hampir 50 pengunjuk rasa ditangkap di Universitas Yale di New Haven, Connecticut, di mana demonstrasi telah membengkak menjadi ratusan orang pada akhir pekan.

Universitas tersebut mengatakan mereka yang ditahan telah mengabaikan “berbagai permintaan” untuk bubar.

Banyak dari peserta protes meminta Universitas Yale untuk memangkas investasinya pada produsen senjata militer.

Protes yang dilakukan melalui aksi mendirikan tenda juga dilakukan di sejumlah universitas lain di seluruh negara itu, termasuk Universitas California di Berkeley, Universitas Michigan, Institut Teknologi Massachusetts, Emerson College dan Tufts. (Antara)

Next Post
Pemandangan Pulau Guangyang di Chongqing, Tiongkok barat daya, 16 Maret 2024. Pulau Guangyang, pulau hijau terluas di hulu Sungai Yangtze, telah diubah menjadi "ruang kelas" restorasi dan perlindungan ekologi untuk ekowisata dan anak sekolah.

Upaya Pemulihan Ekologi, China Restorasi 6,7 Juta Hektare Lahan

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba