ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Internasional

Pandemi Covid-19 Picu Penurunan Angka Harapan Hidup Global

BY El Simamora
Sabtu, 25 Mei 2024
in Internasional
Kantor WHO. (Ist)

Kantor WHO. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan harapan hidup global secara drastis. Pandemi telah menghapus hampir satu dekade kemajuan dalam hanya dua tahun. Hal ini diketahui dari laporan “World Health Statistics 2024” yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Jumat (24/5/2024).

“Antara tahun 2019 dan 2021, angka harapan hidup global turun 1,8 tahun menjadi 71,4 tahun (kembali ke angka tahun 2012). Demikian pula, angka harapan hidup sehat global turun 1,5 tahun menjadi 61,9 tahun pada tahun 2021 (kembali ke angka tahun 2012),” tulis WHO dalam keterangannya.

BacaJuga

Resmi! Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal WNA Mulai Hari Ini

Dua Penembakan di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Kapasitas Listrik PV China Tembus 1,28 Miliar kW, Geser Batu Bara

Laporan tahun 2024 juga menyoroti bagaimana dampaknya dirasakan secara tidak merata di seluruh dunia. Wilayah WHO di Amerika dan Asia Tenggara adalah wilayah yang paling terkena dampaknya. Dua wilayah ini mengalami penurunan angka harapan hidup sekitar 3 tahun dan angka harapan hidup sehat sebesar 2,5 tahun antara tahun 2019 dan 2021.

Sebaliknya, Wilayah Pasifik Barat hanya mengalami penurunan dampak minimal selama dua tahun pertama pandemi dengan penurunan angka harapan hidup kurang dari 0,1 tahun. Dan angka harapan hidup sehat sebesar 0,2 tahun.

“Terdapat kemajuan besar dalam kesehatan global, dengan miliaran orang yang menikmati kesehatan yang lebih baik, akses yang lebih baik ke layanan, dan perlindungan yang lebih baik dari keadaan darurat kesehatan. Namun, kita harus ingat betapa rapuhnya kemajuan tersebut,” kata Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat mengomentari laporan tersebut.

“Tetapi kita harus ingat betapa rapuhnya kemajuan yang dicapai. Hanya dalam dua tahun, pandemi Covid-19 menghapus peningkatan angka harapan hidup selama satu dekade,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Covid-19 dengan cepat muncul sebagai penyebab utama kematian, menduduki peringkat ketiga penyebab kematian tertinggi secara global pada tahun 2020 dan peringkat kedua pada tahun 2021. Hampir 13 juta nyawa hilang selama periode ini.

Perkiraan terbaru mengungkapkan bahwa kecuali di wilayah Afrika dan Pasifik Barat, Covid-19 termasuk di antara lima penyebab kematian teratas, terutama menjadi penyebab kematian utama di wilayah Amerika pada kedua tahun tersebut.

Laporan WHO juga menyoroti bahwa penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung iskemik dan stroke, kanker, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit Alzheimer dan demensia lainnya, serta diabetes merupakan pembunuh terbesar sebelum pandemi, dan menyebabkan 74% dari seluruh kematian di dunia tahun 2019. Bahkan selama pandemi, PTM masih menyumbang 78% kematian non-Covid.

Selain dampak pandemi dan PTM, dunia juga menghadapi masalah besar dan kompleks berupa beban ganda malnutrisi. Kekurangan gizi terjadi bersamaan dengan kelebihan berat badan dan obesitas.

Pada 2022, lebih dari satu miliar orang berusia lima tahun ke atas hidup dengan obesitas, sementara lebih dari setengah miliar orang mengalami kekurangan berat badan.

Malnutrisi pada anak-anak juga sangat mencolok, dengan 148 juta anak di bawah lima tahun terkena stunting (terlalu pendek untuk usianya), 45 juta mengalami wasting (terlalu kurus untuk tinggi badan), dan 37 juta kelebihan berat badan. (dtc)

Next Post
Tunggal Panaluan

Kisah Tunggal Panaluan, Tongkat Sakti Datu-datu Batak Toba

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba