Odeba.id, Medan – Pelaksanaan Operasi Ketupat 2024 dalam rangka pengamanan perayaan Idulfitri 1445 Hijriah di Sumatera Utara (Sumut) melibatkan 12.092 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan pemerintah daerah.
Pj Gubernur Sumut, Hassanudin, mengatakan pihaknya bersama pemangku kebijakan terkait berkomitmen untuk mewujudkan mudik Lebaran yang aman, ceria, dan bermakna.
“Pemerintah telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, demi kelancaran perayaan Idulfitri. Mudik tahun ini kemungkinan akan terjadi terjadi kenaikan di Sumut,” ujar Hassanudin usai Apel Gelar Pasukan Ketupat Toba 2024 di Mapolda Sumut, Medan, Rabu (3/4/2024).
Ia mengaku, pada mudik tahun ini, pemerintah bersama pemangku kebijakan terkait sudah melakukan berbagai persiapan antara lain, mempersiapkan lalu lintas, kebutuhan pangan, BBM serta kesiapan bila terjadi bencana.
“Tahun 2023 pemudik di Sumut sekitar 3,7 juta orang dan tahun ini bisa dua kali lipat, karena itu kita jauh hari telah mempersiapkan segala hal tersebut,” katanya.
Pelaksanaan Operasi Ketupat 2024 yang dilaksanakan selama 13 hari, 4-16 April ini adalah bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat dalam menyukseskan mudik Lebaran 2024.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar memanfaatkan fasilitas dan layanan yang disiapkan Polri dan TNI dalam Operasi Ketupat 2024 ini. “Manfaatkan layanan yang disediakan baik untuk yang anda tinggalkan atau selama perjalanan, kita ingin mudik kali ini masyarakat ceria, aman dan lebih bermakna,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Sumut, Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi, mengatakan, pihaknya menyiapkan 89 pos pengamanan, 68 pos pelayanan, 102 pos terpadu, 22 objek terminal, 18 stasiun kereta api, 16 pelabuhan, 6 bandara, 190 pusat belanja, 2.670 masjid, dan 242 tempat wisata.
Kapolda memprediksi puncak arus mudik Lebaran berlangsung mulai 6-8 April dan arus balik pada 13-14 April 2024. (Antara)






