ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

OMC Dilakukan di IKN dan Kaltim, Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

BY El Simamora
Selasa, 25 Agustus 2026
in Nasional
Pesawat OMC Standby di Syamsudin Noor.

Pesawat OMC Standby di Syamsudin Noor. (Dok. BNPB)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Otorita Ibu Kota Negara (OIKN), Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Udara (TNI-AU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya penanggulangan defisit air di Waduk Sepaku dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengungkapkan bahwa sebaran asap karhutla umumnya bergerak ke arah barat laut menuju timur laut hingga melewati batas administratif ke Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia. Sementara itu, data per 20 Agustus 2026 menunjukkan wilayah Kaltim pada umumnya mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori Sangat Pendek hingga Panjang dengan durasi terpanjang di Kab. Kutai Barat dan Kab. Paser yang mencatat HTH selama 28 hari berturut-turut.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

“Modifikasi cuaca bukan membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia. Apabila kondisi awan mendukung, penyemaian awan dilakukan sehingga mempercepat proses turunnya hujan serta bisa memperluas areanya,” jelas Budi di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (24/8/2026).

Berdasarkan data dari Otorita IKN, cadangan air di Waduk Sepaku yang menjadi sumber air baku bagi wilayah IKN sejak bulan Juli terus mengalami penurunan sebagai dampak dari El Nino. Sementara berdasarkan pantauan BMKG, jumlah titik panas di Kaltim pada 1-23 Agustus 2026 mencapai 13.273 titik, meningkat 35,5% dibanding periode yang sama tahun 2015 ketika puncak musim kemarau yang dibarengi dengan El Nino juga terjadi.

BMKG memantau potensi pertumbuhan awan di Kaltim pada 23- 31 Agustus berpotensi tinggi hingga sedang, terutama di bagian utara Kaltim. Namun demikian, terjadi penurunan potensi pertumbuhan awan pada 28-31 Agustus sehingga cuaca relatif kering di sebagian besar wilayah Kaltim.

Lebih lanjut, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan–sedang di Kaltim bagian barat, barat laut, dan utara pada 24-26 Agustus. Selanjutnya pada 27 Agustus-1 September, potensi intensitas dan sebaran hujan menurun signifikan di sebagian besar wilayah Kaltim.

Dalam pelaksanaan OMC, BMKG bukan hanya mempertimbangkan jumlah titik api yang terdeteksi, melainkan juga potensi hujan di wilayah sasaran. Dengan demikian, OMC dilaksanakan di IKN pada 22-27 Agustus untuk mengatasi penurunan air Waduk Sepaku. Hasilnya terlihat dengan turunnya hujan di wilayah tersebut dan sekitarnya selama dua hari ini hingga pagi tadi.

“Kemudian, OMC di Kabupaten Berau mulai dilaksanakan pada 24-28 Agustus untuk mengatasi titik panas berdasarkan permintaan Bupati Berau kepada BNPB dan BMKG,” tambah Budi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah tambahan untuk mengendalikan ancaman kekeringan dan karhutla yang masih berpotensi terjadi hingga akhir Agustus 2026. Saat ini, terpantau sekitar 200 titik api di Kaltim. Seiring dengan pelaksanaan OMC, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah kabupaten/kota, hingga Masyarakat Peduli Api terus dikerahkan untuk menanggulangi titik api yang muncul.

Saat ini, status penanganan karhutla di Kaltim masih berada pada level Siaga Bencana, belum meningkat menjadi Siaga Darurat. Namun demikian, Seno mengingatkan masing-masing daerah untuk mewaspadai kerawanan dan kondisi kebencanaan di wilayahnya sehingga dapat segera mengajukan permohonan bantuan kepada BNPB apabila telah memenuhi kriteria siaga darurat.

Di sisi lain, BMKG bersama stakeholder telah mendirikan posko OMC di beberapa titik untuk mendukung ketahanan air, pangan, dan keselamatan. Posko Pekanbaru, Riau telah menerbangkan 26 sorti bahan semai untuk penanganan karhutla pada 30 Juli-29 Agustus.

Posko Palembang, Sumatra Selatan telah menggelar OMC penanganan karhutla pada 22-26 Agustus. Sedangkan, Posko Pontianak, Kalimantan Barat telah melaksanakan OMC sepanjang 23-27 Agustus.

Selain penanganan karhutla dan pengisian waduk, OMC turut diselenggarakan oleh BMKG dan Pemda DKI pada 22-26 Agustus untuk meningkatkan kualitas udara Jakarta. (ANG)

Next Post
Susunan pembalap MotoGP 2027 yang telah terkonfirmasi.

Peta Persaingan Berubah Total, Ini Susunan Pembalap MotoGP 2027

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba