ODEBA.id, Seoul – Layanan Pensiun Nasional Korea Selatan (NPS) mendadak menjadi sorotan media setelah pengumuman hengkangnya Heeseung dari grup K-pop ENHYPEN.
Komisioner NPS, Kim Sung Joo, memberikan klarifikasi melalui media sosial pada Rabu (18/3/2026). Ia mengungkapkan bahwa operasional lembaga tersebut sempat terganggu akibat lonjakan komunikasi dari penggemar internasional.
“Pekan lalu, Pusat Dukungan Pensiun Internasional menerima lonjakan panggilan telepon dari luar negeri secara mendadak yang sempat melumpuhkan operasional. Dalam waktu bersamaan, sekitar 1.500 surel masuk hanya dalam kurun waktu dua jam,” tulis Kim, melansir Allkpop.
Aksi protes para penggemar global ini diduga salah sasaran. Mereka melayangkan keberatan atas keluarnya Heeseung kepada NPS karena status lembaga tersebut sebagai salah satu pemegang saham utama di HYBE Corporation.
Kim menjelaskan bahwa Pusat Dukungan Pensiun Internasional seharusnya berfokus pada layanan pensiun bagi pekerja asing di Korea maupun warga Korea yang bekerja di luar negeri.
“Akibat insiden ini, masyarakat yang menghubungi kami untuk konsultasi pensiun reguler mengalami hambatan yang signifikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai investor jangka panjang yang mengelola dana pensiun warga, NPS tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri keputusan manajemen atau personel di perusahaan tempat mereka berinvestasi.
“Kami berinvestasi di banyak perusahaan di lebih dari 80 negara, namun kami tidak terlibat dalam urusan internal masing-masing perusahaan. Tentu saja, kami tidak memengaruhi pembentukan grup K-pop maupun susunan anggotanya,” tambah Kim.
Sebelumnya, anak perusahaan HYBE, Belift Lab, mengumumkan pengunduran diri Heeseung dari ENHYPEN pada 10 Maret lalu. Meski keluar dari grup, Heeseung dipastikan tetap melanjutkan kariernya sebagai solois di bawah naungan agensi yang sama dan tengah mempersiapkan album solo. (EL)






