ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Internasional

Meski Hadapi Skorsing, Mahasiswa AS Pro Palestina Masuki Gedung Kampus

BY El Simamora
Rabu, 1 Mei 2024
in Internasional
Polisi mengawal massa yang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa pro Palestina di luar Universitas Columbia di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/4/2024).

Polisi mengawal massa yang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa pro Palestina di luar Universitas Columbia di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/4/2024). (ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui/Spt)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, New York – Sekelompok mahasiswa pro Palestina dari Universitas Colombia, New York, Amerika Serikat, memasuki gedung Hamilton Hall pada Senin (29/4), sembari menghadapi tindakan disipliner dan skorsing dari pihak kampus atas aksi solidaritas untuk Gaza.

Mereka masuk setelah negosiasi dengan pihak administrasi universitas gagal mencapai kompromi, menurut laporan media lokal.

BacaJuga

Resmi! Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal WNA Mulai Hari Ini

Dua Penembakan di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Kapasitas Listrik PV China Tembus 1,28 Miliar kW, Geser Batu Bara

Administrasi universitas telah mengeluarkan tindakan disipliner dan memulai skorsing beberapa mahasiswa, setelah para demonstran pro Palestina menolak untuk mengosongkan perkemahan di kampus hingga Senin pada pukul 14.00 waktu setempat.

Sekelompok mahasiswa tersebut memasuki gedung bersejarah Hamilton Hall yang terletak di kampus pusat universitas.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan Hind’s Hall, mengacu pada Hind Rajab, seorang gadis berusia 6 tahun yang dibunuh oleh pasukan Israel.

Presiden Universitas Colombia, Nemat Minouche Shafik dalam pernyataannya mengakui bahwa dialog antara universitas tersebut dan para pengunjuk rasa mengalami kegagalan, dan menambahkan universitas tersebut telah menolak untuk melepaskan hubungan finansial dari Israel.

Shafik mengatakan Universitas Columbia tidak akan memenuhi permintaan utama para pengunjuk rasa pro Palestina, yang harus secara sukarela membubarkan diri di tengah dialog yang buntu.

Ia mengatakan bahwa sejak Rabu sekelompok kecil pemimpin akademis telah melakukan dialog konstruktif dengan penyelenggara aki protes untuk menemukan jalan yang akan menghasilkan pembongkaran perkemahan, dan kepatuhan pada kebijakan universitas di masa depan.

“Meskipun universitas tidak akan melepaskan hubungan finansial dari Israel, universitas menawarkan untuk mengembangkan linimasa yang dipercepat guna meninjau proposal baru dari mahasiswa oleh Komite Penasihat untuk Investasi Bertanggung Jawab Sosial, badan yang mempertimbangkan masalah divestasi,” ujarnya.

Shafik meminta para pengunjuk rasa untuk secara sukarela menutup perkemahan, dan secara samar-samar menyinggung konsultasi dengan kelompok yang lebih luas untuk mengkaji pilihan internal alternatif guna mengakhiri krisis ini sesegera mungkin.

Sudah ratusan mahasiswa yang ditangkap di kampus-kampus di seluruh Amerika Serikat dalam aksi menuntut universitas-universitas melepaskan hubungan finansial dari Israel. Mereka juga mengutuk perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Lebih dari 34.400 orang terbunuh, yang mayoritas di antaranya adalah adalah perempuan dan anak-anak.

Banyak di antara jurnalis, akademisi, dan aktivis Palestina juga terbunuh.

Israel juga menargetkan tempat-tempat pendidikan tinggi di Gaza, dan 12 universitas besarnya dihancurkan.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, secara terpisah melaporkan adanya kerusakan massal di jaringan sekolah yang beroperasi di daerah kantong pesisir tersebut. (Antara)

Next Post
Indonesia vs Australia, di babak kualifikasi Piala Asia U-23.

Indonesia Perlu Mengubah Formasi Main Hadapi Irak

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba