ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Internasional

Menyorot Kearifan Pertanian Tradisional di Budi Daya Ikan Air Tawar

BY El Simamora
Kamis, 25 April 2024
in Internasional
Yu Shukang, seorang pembudi daya ikan di Desa Lingjiao, wilayah Xiuning, Provinsi Anhui, China timur, saat sedang meninjau kolam ikan yang dikembangbiakan menggunakan air dari sumber mata air alami setempat.

Yu Shukang, seorang pembudi daya ikan di Desa Lingjiao, wilayah Xiuning, Provinsi Anhui, China timur, saat sedang meninjau kolam ikan yang dikembangbiakan menggunakan air dari sumber mata air alami setempat. (Xinhua/Wang Haiyue)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Hefei – Dengan kolam-kolam ikan berusia lebih dari 30 abad di sepanjang sungai yang jernih, Desa Lingjiao di wilayah Xiuning, Provinsi Anhui, China timur, memiliki suasana pertanian yang khas. Kolam-kolam tersebut dibangun dengan bebatuan lokal dan menjadi rumah bagi lebih dari 100 ikan karper rumput dan ikan karper merah yang berenang dengan bebas.

“Desa kami memiliki tradisi yang kaya dalam pembudidayaan ikan di sumber-sumber mata air alami yang tersebar di antara pegunungan. Suhu mata air pegunungan ini rendah, sehingga siklus perkembangbiakannya panjang dan ikannya tidak lembek serta lezat,” tutur Yu Shukang, seorang warga Desa Lingjiao.

BacaJuga

Resmi! Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal WNA Mulai Hari Ini

Dua Penembakan di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Kapasitas Listrik PV China Tembus 1,28 Miliar kW, Geser Batu Bara

Dia menambahkan bahwa mereka biasanya memberi makan ikan-ikan itu dengan rumput di gunung.

Sama seperti Yu, banyak penduduk di wilayah Xiuning memiliki kolam ikan di dekat rumah mereka. Sebagai pengakuan atas signifikansinya, sistem pembudidayaan tersebut beserta teknik-teknik terkaitnya secara resmi telah diakui sebagai warisan budaya yang berharga di bidang pertanian China pada 2015.

Menurut Li, kolam-kolam tersebut terbuat dari bongkahan-bongkahan batu sehingga celah yang lebih besar di antara bebatuan tersebut bisa menjadi tempat tumbuhnya ganggang yang berfungsi sebagai makanan ikan. Kolam-kolam tersebut umumnya terletak di sepanjang sungai dan dapat mengalirkan air dari mata air ke dalam kolam melalui pipa serta membuang air kolam dengan memanfaatkan perbedaan ketinggian sungai di daerah pegunungan sehingga membentuk sistem sirkulasinya sendiri.

Jenis ikan yang dibudidayakan terutama ikan karper rumput dan ikan karper merah. Ikan karper rumput tumbuh relatif cepat, sedangkan ikan karper merah merupakan ikan dasar kolam yang dapat membuang kotoran dengan cara mengaduk-aduk dasar kolam dengan tubuhnya sehingga menjaga air tetap jernih, tambah Li.

Menurut Li, sistem pembudidayaan ini tidak hanya mencerminkan kemampuan beradaptasi manusia purba terhadap lingkungan pegunungan, tetapi juga mewujudkan koeksistensi yang harmonis dengan alam seraya menghormati hukum alam.

“Warga setempat juga menciptakan etiket religius pedesaan, adat istiadat, seni rakyat, dan budaya makan yang kaya yang didasarkan pada sistem pembudidayaan ini, yang juga merupakan bagian penting dari kearifan pertanian tradisional,” ujar Li.

Setelah diwariskan dan dikembangkan secara turun-temurun, jenis-jenis kolam ikan baru diciptakan dengan memadukan kearifan tradisional dan teknik modern, dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pembudidayaan berskala besar.

Di basis budi daya ikan air tawar mata air alami milik Yu Xinrong di Wangcun, wilayah Xiuning, lebih dari 30 kolam ikan berukuran besar dibangun di sepanjang gunung tersebut. Melalui penerapan berbagai prosedur, termasuk penyaringan, pengendapan, dan pemurnian, air buangan kolam-kolam ikan tersebut diolah dan dilepaskan ke sungai, sehingga tidak mencemari lingkungan

“Kolam ikan baru ini dilengkapi dengan insulasi termal guna mengontrol suhu air secara lebih baik dan agar air dapat didaur ulang. Kami juga sedang memperkuat penelitian pembudidayaan spesies ikan asli untuk memperluas variasi pembudidayaan,” ujar Yu, seraya menambahkan bahwa ikan air tawar mata air alami sangat populer di pasar, terutama dijual ke kota-kota besar, seperti Shanghai dan Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China timur.

Saat ini, pembudidayaan ikan air tawar mata air alami telah menjadi industri yang penting di wilayah Xiuning, yang berdampak pada peningkatan pendapatan warga desa. Data menunjukkan bahwa 17 dari 21 kota kecil di wilayah Xiuning telah mengembangkan industri ikan air tawar mata air alami, dengan total 6.391 kolam ikan air tawar dibangun, dan jumlah produksi ikan melampaui 2.090 ton, sehingga mencatatkan nilai output komprehensif sebesar 560 juta yuan (1 yuan = Rp2.239) per akhir 2023.

“Kami sedang mengajukan permohonan untuk menjadi warisan budaya pertanian yang penting di dunia, serta mendorong integrasi pembudidayaan ikan air tawar mata air alami melalui revitalisasi pedesaan guna memanfaatkan nilainya secara lebih baik di era modern,” ucap Li. (Antara)

Next Post
Pentagon atau Gedung Kementerian Pertahanan AS.

Pentagon Desak Irak Pastikan Keselamatan Pasukan AS di Suriah

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba