ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Internasional

Menyebar di Afrika, Kenya Konfirmasi Kasus Pertama Cacar Monyet

BY El Simamora
Kamis, 1 Agustus 2024
in Internasional
Ilustrasi.

Ilustrasi. (iStock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Johannesburg – Virus mpox atau cacar monyet, sedang menyebar ke banyak negara di benua Afrika dengan Republik Afrika Tengah (CAR) dan Kenya menjadi dua negara terbaru yang melaporkan kasus penyakit sangat menular, yang menyebar melalui kontak dekat ini. Dalam pernyataan pada Rabu (31/7/2024), Kementerian Kesehatan Kenya mengonfirmasi kasus mpox pertama di negara itu, mengatakan bahwa kasus tersebut terdeteksi di titik perbatasan Taita Taveta dengan Tanzania.

Kementerian mengatakan virus tersebut terdeteksi pada seseorang yang bepergian dari Uganda ke Rwanda melalui Kenya.

BacaJuga

Resmi! Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal WNA Mulai Hari Ini

Dua Penembakan di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Kapasitas Listrik PV China Tembus 1,28 Miliar kW, Geser Batu Bara

Mpox, sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus.

Penyakit ini menyebabkan ruam dan gejala mirip flu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Republik Afrika Tengah mengumumkan wabah penyakit tersebut pada Selasa, menurut laporan media setempat, setelah penyakit itu menyebar ke ibu kota Bangui.

Namun laporan tersebut tidak menyebutkan jumlah orang yang telah terinfeksi.

Kasus mpox antara lain telah terdeteksi di Afrika Selatan, Republik Demokratik Kongo, Rwanda, Burundi, Liberia, dan Ghana, demikian menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC).

Sejauh ini, sebanyak 22 kasus telah dilaporkan di Afrika Selatan dengan didapati tiga kematian sejak wabah mulai merebak pada bulan Mei.

Menurut CDC, Republik Demokratik Kongo menyumbang 96,3% dari semua kasus dan 97% dari semua kematian yang dilaporkan tahun ini.

Kongo telah mencatatkan 13.791 kasus penyakit itu dan 450 kematian yang dilaporkan tahun ini. (Antara)

Next Post
TBS sawit.

Harga Referensi CPO Menguat di Agustus, Biji Kakao Justru Melemah

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba