ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Mensos Sapa Anak-anak Pengidap CdLS, Tekankan Pentingnya Terapi

BY El Simamora
Selasa, 28 Mei 2024
in Nasional
Mensos, Tri Rismaharini, menyapa langsung sebanyak 30 anak pengidap penyakit langka CdLS dalam peringatan Hari Kesadaran Sindrom CdLS, di Kementerian Sosial, Senin (27/5-2024).

Mensos, Tri Rismaharini, menyapa langsung sebanyak 30 anak pengidap penyakit langka CdLS dalam peringatan Hari Kesadaran Sindrom CdLS, di Kementerian Sosial, Senin (27/5-2024). (Dok. Kemensos)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, menyapa langsung sebanyak 30 anak pengidap penyakit langka Sindrom Cornelia de Lange (CdLS) dalam peringatan Hari Kesadaran Sindrom CdLS, di Kementerian Sosial, Senin (27/5-2024). Hari Kesadaran Sindrom CdLS yang jatuh setiap hari Sabtu pada minggu kedua di Bulan Mei diperingati untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap Sindrom Cornelia de Lange (CdLS).

Pada kegiatan tersebut, Mensos Risma menandatangani lukisan karya Alvaro, salah seorang pengidap Sindrom CdLS serta  memberikan semangat kepada para orang tua. “Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tuhan itu Maha Adil,” kata Mensos Risma memberikan semangat kepada para orang tua yang anaknya mengidap CdLS.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Mensos Risma menceritakan dulu ia pernah mempunyai masalah, tendon kakinya putus. Selama sekitar setahun ia kemana-mana harus menggunakan kursi roda. Selama itu pula Mensos Risma menjalani terapi. “Begitu kita terapi maka fungsi dari organ menjadi lebih baik. Jadi terapi itu penting,” kata Mensos Risma menceritakan pengalamannya kepada orangtua yang anaknya mengidap CdLS Na, dikutip dari laman resmi Kemensos.

Sindrom Cornelia de Lange (CdLS) adalah kelainan genetik pada anak yang berdampak pada gangguan perkembangan bagian tubuh dan masalah perilaku yang mempengaruhi komunikasi dan interaksi sosial. Sindrom ini ditandai dengan pertumbuhan yang lambat  sehingga menyebabkan perawakan pendek, keterbelakangan intelektual, serta kelainan tulang pada lengan, tangan dan jari. Pengidap CdLS memiliki wajah yang khas yaitu alis melengkung, bulu mata panjang, telinga rendah, gigi kecil dan berjarak lebar, serta hidung kecil dan terbalik.

Anak CdLS rentan terhadap masalah medis dikarenakan keterlambatan pertumbuhan organ sebelum lahir. Anak CdLS juga membutuhkan berbagai terapi, termasuk terapi wicara. Mensos Risma menyampaikan, Kemensos sangat peduli terhadap  anak-anak pengidap CdLS. Karena itulah Kemensos mendatangkan terapis dari sentra atau balai Kemensos untuk memberikan pelatihan terapi bagi orangtua yang memiliki anak CdLS.

“Saya berhadap Bapak dan Ibu berkenan belajar terapi untuk anak-anak. Kalau masih kesulitan, silakan datang ke sentra atau Balai Kemensos yang ada di berbagai kota. Jika Bapak atau Ibu kesulitan transportasi, nanti kami jemput ke rumah,” kata Risma.

Ketua Yayasan Sindrom Cornelia Indonesia, Koko Prabu, menyampaikan, anak-anak CdLS membutuhkan berbagai terapi seperti terapi wicara, terapi perilaku, fisioterapi, terapi psikologis dan berbagai terapi lainnya.

“Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Ibu Mensos Risma yang menghadirkan para terapis untuk memberikan pelatihan terapi. Apalagi Kemensos juga memberikan berbagai banntuan bagi keluarga yang adanya mengidap CdLS. Ini bentuk kehadiran negara untuk anak-anak yang mengalami difabel berat, fisik dan mental,” kata Koko Prabu. (ANG)

Next Post
Ilustrasi aktivitas ekspor.

Industri Tekstil Khawatirkan Gempuran Impor

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba