ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Menkomdigi Sebut Jurnalisme Global-Lokal Tumbuhkan Ekonomi Digital Indonesia

BY El Simamora
Kamis, 20 November 2025
in Nasional
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. (Dok. Menkomdigi)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Kolaborasi jurnalisme global dengan konteks lokal berperan langsung pada peningkatan kualitas informasi yang diterima publik.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyatakan informasi yang lebih akurat membantu masyarakat, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

“Paduan antara jurnalisme global dengan konteks lokal menghadirkan informasi akurat, kredibel, dan relevan bagi para pengambil keputusan di Indonesia,” jelasnya dalam Peluncuran Bloomberg Businessweek Indonesia di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).

Meutya menjelaskan sektor ekonomi digital Indonesia terus tumbuh pesat, ditunjukkan oleh pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi digital Indonesia selama 2022 sampai 2024 yang mencapai rata-rata 9 persen per tahun.

“Dengan pertumbuhan tersebut, nilai GMV Indonesia diproyeksikan mencapai sebesar USD360 Miliar pada 2030 dan menjadi motor utama ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara,” kata Meutya.

Meutya melihat peran media global dan lokal menjadi penting karena mampu menyediakan informasi berbasis data yang membantu pelaku usaha membaca tren pasar.

“Ekosistem ekonomi yang kompleks memerlukan jurnalisme yang mampu membaca data, memetakan tren, dan memberikan perspektif yang relevan bagi publik dan pelaku usaha,” ujar Meutya.

Meutya juga meminta media siap menghadapi tantangan di era digital. Fragmentasi audiens, perubahan pola konsumsi berita, dan hadirnya kecerdasan artifisial (AI) menuntut media untuk lebih adaptif dengan tetap menjaga nilai dasar jurnalisme.

“Iklan digital tumbuh pesat dibandingkan iklan TV. Adopsi AI dalam bisnis media juga membawa dampak positif, tapi juga menghadirkan tantangan bagi media karena harus beradaptasi dengan perubahan perilaku publik,” kata Meutya.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong industri media selalu menjaga integritas dan etika jurnalistik, terutama dalam penggunaan AI.

“Kita perlu menyampaikan pentingnya menjadi media yang bebas, tapi juga terus bertanggung jawab dan mengedepankan etika, terutama saat kecerdasan artifisial diterapkan dalam ekosistem jurnalistik,” katanya.

Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan kolaborasi antara media, pemerintah, dan industri menjadi kunci untuk memperkuat daya saing Indonesia di mata dunia.

“Saya percaya kolaborasi ini akan membawa Indonesia kepada ekosistem bisnis yang lebih kuat, lebih transparan, dan berdaya saing global,” ungkapnya. (ANG)

Next Post
Ilustrasi perdagangan saham.

IHSG dan Rupiah Beda Arah di Akhir Pekan, Harga Emas Masih Bergerak Stabil

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba