ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Menag Kritisi Turunnya Peminat PTKIN, Tahun 2024 Hanya 93.819 Pendaftar

BY El Simamora
Selasa, 25 Juni 2024
in Nasional
Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas.

Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, mengkritisi turunnya jumlah pendaftar dan peminat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) setiap tahunnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Agama (Kemenag), peminat masuk PTKIN dalam rentang tiga tahun terakhir berjumlah 111.452 siswa pada tahun 2022, tahun 2023 berjumlah 110.101 siswa, dan tahun 2024 berjumlah 111.124 siswa.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Adapun jumlah pendaftar pada tahun 2022 berjumlah 100.879 siswa, kemudian tahun 2023 sebanyak 97.115 siswa, dan pada tahun 2024 berjumlah 93.819 siswa

“Pasti ada sesuatu yang kurang dari kita, bisa jadi cara kita mensyiarkan pentingnya kuliah di PTKIN ini masih kurang, atau kita masih sering menggunakan cara-cara lama dari cara-cara baru agar anak-anak SMA itu tertarik masuk UIN atau PTKIN,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan di Jakarta, Selasa (25/6/2024).

Gus Men, sapaan akrabnya, mengatakan PTKIN harus mencontoh kisah sukses dari madrasah-madrasah di Indonesia, dimana sejumlah madrasah hingga kini masih jadi tempat favorit orang tua untuk memberikan pendidikan kepada anak mereka.

Secara sistem Menag menilai seleksi elektronik ujian masuk PTKIN sudah cukup menjadi cara mengajak anak-anak berkuliah di PTKIN.

“Secara tidak langsung sebenarnya kita menyadari warna digital itu jadi dunia anak sekarang, tetapi di lain sisi cara mempromosikan perguruan tinggi kita belum mengikuti dunia anak-anak kita,” ujarnya.

Menurut Menag, saat ini tidak banyak PTKIN yang agresif melakukan penetrasi di media sosial.

Oleh sebab itu ia meminta masing-masing PTKIN perlu membuat tim yang secara khusus bermain di media sosial, lebih aktif membicarakan soal kampus.

“Tidak cukup kalau hanya mengandalkan forum-forum offline, berapa yang bisa kita jangkau, intervensi ke media sosial itu penting dan yang tidak kalah penting adalah kontennya,” ujar Menag Yaqut.

“Kontennya jangan kaku-kaku, kontennya harus memiliki cara berfikir anak-anak sekarang tanpa harus menyebut PTKIN mana, saya sudah melihat PTKIN yang sudah mulai bermain di media sosial, tetapi kontennya kurang menarik,” ucapnya.

Selain itu, kata Gus Men, PTKIN perlu meningkatkan kolaborasi dengan sekolah-sekolah menengah atas atau sekolah umum maupun madrasah, serta memberikan beasiswa yang menarik minat calon peserta didik.

“Saya memiliki optimisme yang kuat atas PTKIN, karena apa yang diajarkan di PTKIN ini berbeda dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), kita memiliki kekhususan yang tidak dimiliki oleh PTN. Dan saya meyakini di tengah gempuran ideologi budaya yang serba borderless, tidak ada batasan, ilmu-ilmu yang diajarkan di PTKIN itu bisa menjadi benteng pertahanan terakhir,” tutur Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Antara)

Next Post
Kepala Dispora Sumut, Baharuddin Siagian, pada pembukaan Chef de Mission (CDM) di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan.

Kontingen Dapat Informasi Akurat Soal Kesiapan PON XXI di CDM Meeting

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba