ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Sumut

Masyarakat Sumut Diajak Kenali Risiko dan Siaga Hadapi Bencana

BY El Simamora
Selasa, 15 September 2026
in Sumut
Talk show di Radio Kardopa dengan topik Sumut Siaga Bencana, Kenali Risikonya, Siap Mitigasinya.

Talk show di Radio Kardopa dengan topik Sumut Siaga Bencana, Kenali Risikonya, Siap Mitigasinya. (Dok. Diskominfo Sumut)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Medan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana alam yang dapat terjadi di wilayah Sumut. Masyarakat juga diminta mengenali risiko bencana di lingkungan masing-masing, serta menyiapkan langkah mitigasi dan penyelamatan sejak dini.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut yang diwakili Penelaah Teknis Kebijakan Kebencanaan, Afdoli, saat menjadi narasumber dalam talk show di Radio Kardopa, Jalan Iskandar Muda, Medan, Selasa (15/9/2026). Kegiatan hasil kerja sama Dinas Kominfo Sumut dengan Radio Kardopa tersebut mengangkat topik Sumut Siaga Bencana, Kenali Risikonya, Siap Mitigasinya.

BacaJuga

Pangkas Biaya Logistik, Sumut Usul Jalur Laut Khusus Ekspor UMKM ke Malaysia

Tembus 58.558 Ton GKP, Penyerapan Beras BULOG Sumut Dekati Target 2026

IM3 Rilis Paket Prabayar Istimewa, Beri Akses 5G hingga Kuota Roaming

“Sejumlah potensi bencana yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain gempa bumi, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ditandai dengan munculnya titik api. Serta bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan angin kencang,” kata Afdoli.

Menurutnya, dalam menghadapi berbagai ancaman bencana tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membentuk gerakan nasional pengurangan risiko bencana berbasis komunitas melalui Keluarga Tangguh Bencana (Katana). Program tersebut mendorong masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapan, dan kemampuan mandiri untuk menghadapi, mengurangi risiko, serta pulih dengan cepat dari dampak bencana.

Selain itu, sosialisasi dan edukasi kebencanaan terus dilakukan ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini. Afdoli menekankan pentingnya masyarakat mendapatkan informasi yang cepat, tepat, dan mudah dipahami, sehingga tidak hanya mengetahui potensi bencana, tetapi juga memahami cara membaca informasi peringatan dini, mengenali kondisi lingkungan, serta menentukan tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

Dalam kesempatan itu, Afdoli mengajak masyarakat mengenali risiko bencana di lingkungan masing-masing dan menyiapkan langkah mitigasi. Kesiapsiagaan sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko kerugian harta benda maupun jatuhnya korban jiwa ketika bencana terjadi.

Masyarakat juga diimbau tidak mengabaikan informasi resmi terkait kondisi cuaca, aktivitas gunung api, potensi banjir, maupun ancaman bencana lainnya. Informasi peringatan dini harus menjadi dasar bagi masyarakat dalam menentukan langkah penyelamatan secara cepat dan tepat.

“Peringatan dini jangan hanya dibaca, tetapi perlu dipahami. Jika kita ingin bepergian, gunakan saluran resmi untuk mendapatkan informasi cuaca,” katanya.

Sementara itu, Kepala BMKG Wilayah I Medan yang diwakili Pengamat Meteorologi Geofisika, Budi Prasetyo menekankan pentingnya masyarakat memahami potensi bencana yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan karakteristik wilayah Sumut.

Menurutnya, ancaman hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor perlu menjadi perhatian, terutama ketika terjadi curah hujan tinggi. Hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko banjir sekaligus memicu longsor di wilayah yang memiliki kondisi lereng dan tanah yang rentan.

Selain bencana hidrometeorologi, masyarakat juga perlu mewaspadai bencana geofisika, khususnya gempa bumi. Sumut berada di kawasan yang dipengaruhi aktivitas tektonik di sepanjang wilayah Sumatera, sehingga potensi gempa bumi perlu menjadi bagian dari kesiapsiagaan masyarakat.

“Ancaman gempa juga perlu diantisipasi masyarakat di wilayah pesisir karena gempa bumi kuat di laut dapat berpotensi diikuti tsunami. Selain itu, masyarakat pesisir perlu memperhatikan potensi banjir rob dan gelombang tinggi,” katanya.

Kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian masyarakat, termasuk nelayan. Ketika terdapat informasi gelombang tinggi dan kondisi laut tidak aman, masyarakat diimbau tidak memaksakan diri melaut serta mengikuti informasi dan rekomendasi keselamatan dari pihak berwenang.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak hanya membaca informasi cuaca dan peringatan dini, tetapi memahami konsekuensi serta tindakan yang perlu dilakukan berdasarkan informasi tersebut,” jelasnya. (ANG)

Next Post
Ilustrasi.

Apple Resmi Luncurkan Pembaruan Perangkat Lunak Terbaru

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba