ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

Marturi-turian, Dongeng Pengantar Tidur Legenda Tanah Batak

BY El Simamora
Jumat, 5 April 2024
in TRAVEL BUDAYA
Ilustrasi.

Ilustrasi. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Medan – Mungkin dongeng sebelum tidur agak asing bagi anak-anak zaman sekarang yang telah mengenal betapa melenakannya bermain gadget. Padahal, banyak pesan yang hendak disampaikan melalui dongeng-dongeng pengantar tidur tersebut. Meski ada kebiasaan dongeng pengantar tidur tersebut, namun cerita-cerita yang banyak dikenal oleh anak-anak zaman kini adalah cerita-cerita luar yang sudah banyak diangkat dalam berbagai film fiksi.

Melansir dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kekhawatiran-kekhawatiran itulah yang juga dirasakan oleh para pelestari kebudayaan di Tanah Batak. Padahal, di tanah Batak dikenal istilah marturi-turian, atau mendongeng yang juga merupakan salah satu tradisi lisan karena banyak mengangkat tentang legenda dan cerita-cerita tanah Batak yang syarat akan nilai.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

“Mamak saya dulu suka kali mendongeng. Jadi sebelum kami tidur, langsung itu bercerita  dongeng. Jadi cerita-cerita tentang Batak apa segala macam, walaupun tidak semendetail. Salah satu contoh cerita-cerita rakyat mengenai legenda-legenda asal mulanya Danau Toba dan yang kedua adalah legenda tentang Siboru Deak Parujar,” kata Bosco Antonius Marbun, salah satu pegiat budaya di Kabupaten Samosir.

Tidak adanya lembaga yang menangani secara serius (baik swadaya masyarakat maupun pemerintah) serta minimnya fasilitasi pemerintah dalam pemajuan objek tradisi lisan merupakan permasalah terhadap OPK tradisi yang harus ditemukan langkah-langkah solutif. Untuk itu, pemerintah daerah Kabupaten Samosir berupaya mendorong para pegiat budaya untuk membentuk komunitas maupun dewan kesenian untuk memastikan kelestarian objek tradisi.

“(Harapannya), melalui sanggar ini, melalui tim-tim dewan kesenian, semoga kedepannya nanti orang-orang tua juga memahami tentang tradisi-tradisi lisan itu menceritakan kepada anak cucunya kembali,” katanya.

Ia menambahkan, jarang ditemukan tentang legenda di Kabupaten Samosir ini. Harapannya, pemerintah membuat suatu festival dan lomba tentang cerita-cerita rakyat ataupun mendongeng di Kabupaten Samosir. “Kalau sampai sekarang bukunya belum ada. Semoga melalui dewan kesenian nanti, mereka mampu menyusun cerita-cerita tentang dongeng batak. Jadi perlu diingat bagaimana sejarah orang Batak,” tambah Bosco Antonius Marbun yang juga berkecimpung di Dewan Kesenian Kabupaten Samosir.

Sinergi antara para pegiat budaya dengan pemerintah daerah diharapkan bisa melestarikan dan memajukan kebudayaan di daerah Samosir. Selain dalam upaya memastikan kelestarian tradisi juga membangun kecintaan terhadap tradisi lisan, sehingga generasi muda sekarang tidak kehilangan jati dirinya.

Hal senada pun diungkapkan Tetty Naibaho, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Samosir. Ia merasa khawatir akan kondisi saat ini, di mana orang tua sudah sangat jarang mendongeng, baik dalam Bahasa Batak maupun Bahasa Indonesia. “Nah artinya kalau ini kita tidak lestarikan dari sekarang melalui beberapa acara atau program di kabupaten ini (ataupun) melalui fasilitasi pemerintah, saya kira salah satu tradisi lisan (melalui) mendongeng itu akan hilang. Marturi turian akan hilang. Jadi kami pikir melalui kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah kita akan melakukan lomba marturi-turian, lomba mendongeng,” kata Tetty. (ANG)

Next Post
Ilustrasi angkutan barang yang dibatasi selama arus mudik dan balik Lebaran.

Mudik-Balik Lebaran, Pemprov Sumut Batasi Operasional Angkutan Barang

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba