ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ragam

Sering Lupa? Simak, Begini Cara Kerja Memori

BY El Simamora
Sabtu, 27 April 2024
in Ragam
Ilustrasi.

Ilustrasi. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Mungkin kita pernah mengunci pintu, tapi lupa setelah beranjak dari area pintu. Alhasil, kita jadi kembali ke pintu dan mengecek ulang apakah pintu sudah terkunci dengan benar atau belum.

Situasi ini dapat terjadi pada beberapa orang, bukan berarti kamu kehilangan akal sehat. Dikutip dari Neuro Science News, studi baru dalam Neurobiology of Learning and Memory oleh psikolog asal Rice University menemukan bahwa ada pengalaman tertentu lebih diingat kebanyakan orang dibandingkan dengan pengalaman lainnya.

BacaJuga

Resmi Dirilis, Menu Film Empat Musim Pertiwi Kini Hadir di The People’s Cafe

Masuk Indonesia, Samsung Galaxy S26 FE Bawa 47 Fitur Galaxy AI

Bikin Konten Makin Mudah, Intip Deretan Fitur Baru di Apple Creator Studio

Dilansir dari The Harvard Gazette, ahli saraf Elizabeth Kensinger mengatakan bahwa melupakan itu penting. Manfaatnya sangat besar karena memungkinkan kita menggunakan bagian-bagian masa lalu yang paling relevan saja.

Seperti Ini Cara Kerja Memori

Peneliti Fernanda Morales-Calva, mahasiswa pascasarjana Rice University dan Stephanie Leal, asisten profesor ilmu psikologi meneliti cara kerja memori manusia.

Mereka mengatakan bahwa manusia cenderung fokus dalam mengingat aspek-aspek tertentu dalam suatu pengalaman, dibandingkan dengan aspek lainnya. Ini seperti melihat gambaran besar namun tidak mengamati detailnya.

“Kesulitan mengingat wajar kita alami,” ujar Morales-Calva. “Tetapi ketika memahami ingatan, ada banyak hal yang bisa ditemukan mengenai cara kerja sebenarnya. Ada bidang penelitian memori baru yang mencoba memahami alasan kita mengingat hal-hal tertentu lebih baik daripada yang lain.”

Misalnya, Morales Calva mengatakan, hanya sedikit orang-orang yang dapat benar-benar mengingat masa lalu dengan jelas saat diminta mengingat kembali kejadian tahun lalu.

“Penelitian sebelumnya mengungkapkan pengalaman yang mengesankan bagi satu orang kemungkinan besar akan diingat oleh orang lain pula, seperti kematian seseorang dan lain-lain,” ujar Leal.

“Sering kali ini menjadi pengalaman positif atau negatif. Pengetahuan ini telah membantu kami merancang studi penelitian yang menganalisis kinerja memori,” lanjutnya.

Memori Berkesan Bertahan Tak Lebih dari 24 Jam

Para peneliti mengevaluasi memori dengan membuat distraksi. Sesuatu yang mudah diingat, diidentifikasi sebagai sesuatu yang paling mungkin diingat oleh subjek penelitian.

Morales-Calva dan Leal menemukan bahwa meskipun subjek penelitian mengingat dengan benar objek yang paling berkesan, efek ini hilang dalam 24 jam. Kondisi ini berlaku terutama ketika mengingat pengalaman yang positif dan berkesan, tetapi cenderung dilupakan.

“Meskipun kami merasa tahu jenis pengalaman apa yang berkesan, sebenarnya kami tidak tahu fitur kenangan apa yang paling diingat dalam jangka panjang,” ujar Morales-Calva.

Walaupun kenangan emosional dapat diingat dengan lebih baik, tetapi kenyataannya terdapat trade-off antara inti momen dan detail momen. Ketika momen intinya diingat dengan jelas, detailnya bisa terlupakan.

Ingatan Selektif

Tak sedikit orang yang lupa apakah 5 menit lalu meletakkan kunci pintu di atas meja atau di gantungan.

Otak tidak mungkin mengingat semua yang dialami, sehingga harus sedikit selektif untuk melupakan informasi yang tidak begitu penting. Penelitian ini membantu untuk memahami alasan kita mengingat apa yang kita ingat.

Morales-Calva dan Leal berharap temuan mereka dapat memberi wawasan baru mengenai cara kerja memori dan mengapa beberapa hal mudah diingat sementara yang lain tidak.

Kensinger juga menjelaskan bahwa gangguan ingatan sangat umum terjadi. Kita bisa melupakan hal-hal seperti kata benda, dan tidak bisa mengingat nama seseorang.

“Kita juga lebih cenderung melupakan beberapa hal spesifik seiring bertambahnya usia. Ada transisi menuju otak yang memprioritaskan inti dari apa yang terjadi. Otak menerima kesamaan peristiwa daripada mencoba mempertahankan setiap peristiwa yang terjadi secara individual,” ujar Kensinger.

Peneliti menegaskan, mengingat setiap peristiwa dapat menimbulkan tingkat frustrasi yang tinggi dalam ingatan. Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya distorsi ingatan atau pembentukan ingatan palsu. Ini menjadikan kita mungkin salah mengingat suatu peristiwa yang telah terjadi, padahal sebenarnya ada sedikit perbedaan. (dtc)

Next Post
Adrian Zecha

Mengenal Sosok Raja Hotel Dunia, Adrian Zecha

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba