ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Internasional

Terbitkan Laporan, UNESCO Soroti Risiko yang Dihadapi Wartawan

70% Alami Serangan, Ancaman, atau Tekanan saat Meliput Krisis Lingkungan Global

BY El Simamora
Jumat, 3 Mei 2024
in Internasional
Ilustrasi.

Ilustrasi. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menerbitkan laporan yang menyoroti risiko yang dihadapi wartawan dalam melaporkan krisis lingkungan global.

Menurut keterangan tertulis Pusat Informasi PBB (UNIC) di Jakarta, Jumat (3/5/2024), laporan yang diterbitkan bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Sedunia itu mengungkapkan bahwa lebih dari 70% jurnalis telah mengalami serangan, ancaman, atau tekanan dalam meliput topik tersebut.

BacaJuga

Resmi! Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal WNA Mulai Hari Ini

Dua Penembakan di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Kapasitas Listrik PV China Tembus 1,28 Miliar kW, Geser Batu Bara

Data UNESCO itu juga menggarisbawahi pentingnya peran jurnalistik dalam menginformasikan publik mengenai dampak nyata dari krisis lingkungan, termasuk perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati dan polusi.

Menurut UNESCO, sebanyak 44 jurnalis yang melaporkan isu lingkungan hidup telah dibunuh dalam 15 tahun terakhir, dan hanya lima kasus yang berujung pada hukuman, serta setidaknya 24 jurnalis selamat dari percobaan pembunuhan.

Survei yang dilakukan UNESCO dan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) yang menerima tanggapan lebih dari 900 jurnalis, 41% di antaranya perempuan, dari 129 negara.

Pembagian kawasan tersebut adalah Afrika 43%, Asia-Pasifik 19%, Amerika Latin-Karibia 16%, Eropa-Amerika Utara 14%, dan negara-negara Arab 8%.

Dari survei tersebut, UNESCO menemukan bahwa lebih dari 70% jurnalis yang mengikuti survei melaporkan mengalami serangan, ancaman atau tekanan saat meliput isu lingkungan.

Disebutkan pula bahwa 60% jurnalis terindikasi menjadi korban pelecehan secara daring, 41% mengalami serangan fisik, seperempatnya mengatakan bahwa mereka dituntut secara hukum, dan 75% mengatakan hal-hal tersebut berdampak pada kesehatan mental mereka.

Hampir separuh jurnalis melaporkan telah melakukan praktik sensor mandiri, dan mengatakan bahwa hal tersebut didorong oleh ketakutan akan potensi serangan, narasumber terkena bahaya, dan/atau kesadaran bahwa liputan isu lingkungan hidup mungkin bertentangan dengan kepentingan pemberi kerja atau pemasang iklan.

UNESCO juga melaporkan bahwa lebih dari 80% jurnalis perempuan yang melaporkan menjadi korban serangan saat meliput isu lingkungan menerima ancaman psikologis atau tekanan.

Dari seluruh jurnalis yang melaporkan menjadi korban setidaknya satu serangan, jurnalis perempuan mengatakan bahwa mereka lebih sering mengalami serangan digital dibandingkan laki-laki, yang berjumlah 62%. (Antara)

Next Post
Federasi Wanita Seluruh China (All-China Women's Federation/ACWF) pada Senin (29/4) menyumbangkan 425 mesin jahit dan 250 mesin tetas kepada pengusaha perempuan Tanzania untuk memberdayakan mereka secara ekonomi.

ACWF Sumbangkan Mesin Jahit dan Tetas ke Pengusaha Perempuan Tanzania

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba