ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Internasional

Konklaf Pemilihan Paus Baru Ditetapkan 7 Mei

BY El Simamora
Selasa, 29 April 2025
in Internasional
Para kardinal berkumpul di Vatikan untuk bersiap mengikuti konklaf Paus baru.
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Gereja Katolik bersiap menghadapi salah satu momen terpenting dalam tradisinya, yakni pemilihan Paus baru. Pada 7 Mei mendatang, para kardinal dari seluruh dunia akan berkumpul di bawah fresko megah karya Michelangelo di Kapel Sistina untuk memulai konklaf, proses pemilihan rahasia yang akan menentukan arah masa depan Gereja.

Vatikan secara resmi mengonfirmasi tanggal tersebut pada Senin (28/4/2025), setelah para kardinal mengadakan pertemuan pra-konklaf pertama mereka sejak pemakaman Paus Fransiskus pada Sabtu lalu. Kapel Sistina abad ke-16 kini telah ditutup untuk wisatawan guna mempersiapkan tempat bagi acara sakral tersebut.

BacaJuga

Resmi! Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal WNA Mulai Hari Ini

Dua Penembakan di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Kapasitas Listrik PV China Tembus 1,28 Miliar kW, Geser Batu Bara

Terdapat 135 kardinal yang memiliki hak pilih dalam konklaf kali ini, meskipun laporan menyebutkan dua di antaranya mungkin tidak dapat hadir. Para kardinal akan menjalani isolasi antara Kapel Sistina dan Casa Santa Marta – wisma tamu tempat Paus Fransiskus menetap selama 12 tahun masa kepausannya – selama proses pemilihan berlangsung, berapapun lamanya.

Kardinal Reinhard Marx dari Jerman menyatakan kepada para wartawan pada Sabtu bahwa ia memperkirakan konklaf akan berlangsung “hanya beberapa hari”. Namun, Kardinal Anders Arborelius dari Swedia, salah satu kandidat yang disebut-sebut, mengingatkan bahwa prosesnya bisa lebih panjang.

“Karena kami tidak saling mengenal satu sama lain,” katanya, dilansir The Guardian, Selasa (29/4/2024).

Hal ini memang masuk akal, mengingat delapan dari sepuluh pemilih dalam konklaf adalah para kardinal yang diangkat oleh Fransiskus, termasuk 20 orang yang baru diangkat pada bulan Desember lalu.

Fransiskus sendiri sengaja memilih kardinal dari wilayah-wilayah yang sebelumnya belum pernah memiliki perwakilan, seperti Myanmar, Haiti, dan Rwanda. Banyak di antara mereka yang baru bertemu secara langsung dalam beberapa hari terakhir.

Kardinal Gualtiero Bassetti, mantan ketua Konferensi Waligereja Italia, juga optimistis bahwa konklaf akan cepat selesai. Dalam wawancara dengan Corriere della Sera, ia menggambarkan suasana di antara para kardinal sebagai penuh kehangatan dan “rasa kohesi yang kuat”.

“Saya benar-benar percaya bahwa konklaf ini dapat memberikan kesaksian indah di dunia yang penuh perang, perpecahan, dan kebencian. Tentu saja, mungkin akan ada sedikit kesulitan karena belum pernah ada jumlah pemilih sebanyak ini, dan tidak semua saling mengenal,” tutur Bassetti.

Suasana persaudaraan tersebut terlihat jelas saat para kardinal berziarah ke makam Paus Fransiskus di Santa Maria Maggiore pada Minggu sore. Di dalam bus saat perjalanan kembali ke Vatikan, Bassetti mengatakan, “Ada suasana persaudaraan yang indah… kami berbicara satu sama lain seperti tetangga.”

Komposisi Global, Peluang Terbuka

Sebagian besar kardinal pemilih, 53 orang, berasal dari Eropa, diikuti oleh 23 dari Asia, 18 dari Afrika, 17 dari Amerika Selatan, 16 dari Amerika Utara, serta masing-masing empat dari Amerika Tengah dan Oseania. Secara keseluruhan, mereka mewakili 17 negara yang berbeda.

Meski banyak spekulasi beredar, belum ada kandidat yang jelas unggul. Nama Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina dan Kardinal Pietro Parolin dari Italia termasuk di antara yang paling banyak disebut sebagai calon kuat.

Konklaf ini juga diwarnai cerita menarik. Sebuah video lama dari Tagle yang menyanyi lagu Imagine milik John Lennon kembali beredar di internet, membuat heboh Roma. Dalam klip tahun 2019 tersebut, Tagle – yang dijuluki media Italia sebagai “Bergoglio dari Asia” – terlihat membawakan lagu dengan penuh semangat, dengan salib besar tergantung di belakangnya.

Penampilan itu, meski populer, menyebabkan sedikit rasa malu bagi Tagle. Seorang komentator bercanda, “Saya rasa dia akan jarang keluar rumah untuk sementara waktu.”

Adapun dalam hari-hari menjelang pemilihan, para kardinal menggunakan waktu untuk saling mengenal lebih dalam. Pecorari, seorang veteran konklaf, menggambarkan bagaimana proses informal ini berjalan.

“Kami berkenalan satu sama lain, mengamati, sebelum perlahan-lahan mulai membentuk gambaran tentang siapa paus berikutnya,” katanya kepada sebuah surat kabar.

Pecorari menceritakan bahwa beberapa kardinal memilih berbicara santai di restoran sekitar Vatikan, sambil menikmati hidangan khas Italia seperti carbonara, jauh dari suasana formal dan “telinga yang mengintai” di Casa Santa Marta.

Namun, tak semua memilih cara yang sama. Ada juga kardinal yang mengundang rekan-rekannya berkumpul di kamarnya seusai makan malam – sebuah acara yang berakhir lucu ketika seorang kardinal asing, mengira minuman di minibar gratis, kaget mendapati semua konsumsi ditambahkan ke tagihan.

Pecorari berkata, “Saya tidak bisa menyebutkan namanya karena dia sahabat saya, tapi seorang kardinal asing mengira minuman itu gratis… lalu kecewa saat tahu harganya masuk ke tagihan.” (CNBC Indonesia)

Next Post
Pertandingan Satria Muda Pertamina vs Rajawali Medan Basketball, di GOR Unimed Minggu (27/4).

Indosat Dukung Pemberdayaan Generasi Muda Indonesia Melalui Olahraga Basket

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba