ODEBA.id, Medan – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara (Sumut) mencatat volume angkutan barang mencapai 468.944 ton sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Capaian ini tumbuh 13% dibandingkan periode yang sama tahun 20banyak 414.856 ton.
“Pertumbuhan ini terutama disumbang oleh tiga komoditas utama, yakni BBM, peti kemas, dan minyak kelapa sawit mentah atau CPO,” kata Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, Selasa (11/8/2026).
Dia mengatakan, secara bulanan, kinerja angkutan barang pada Juli 2026 mencatatkan pertumbahan signifikan mencapai 81.049 ton, atau meningkat 44% dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebanyak 56.272 ton.
Pertumbuhan tertinggi pada bulan Juli terjadi pada komoditas peti kemas yang melayani 37.838 ton. Angka ini melonjak 113% dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebesar 17.797 ton.
“Angkutan kereta api yang memiliki daya angkut besar dan bebas macet menjadi pilihan utama mitra untuk mengirimkan barang komoditinya melalui angkutan peti kemas karena memberikan kepastian waktu tiba di tujuan,” kata Anwar.
Selain peti kemas, angkutan CPO juga mengalami kenaikan seiring kebijakan pemerintah menerapkan Biosolar B50 mulai 1 Juli 2026. Pada Juli 2026, KAI Divre I Sumut mendistribusikan 10.237 ton CPO, atau tumbuh 8% dibandingkan Juli 2025 yang mengangkut 9.446 ton.
“Sumut sebagai provinsi dengan luas lahan sawit terbesar ketiga di Indonesia telah terintegrasi dengan jalur kereta api, sehingga hasil produksi CPO dapat dimobilisasi secara cepat dan efisien,” tambahnya.
Atas capaian tersebut, KAI Divre I Sumut berkomitmen terus memperkuat peran transportasi rel sebagai penopang rantai pasok dan logistik di wilayah tersebut.
“Melalui kapasitas angkut yang besar, bebas hambatan, serta terhubungkannya jalur rel ke kawasan industri dan pelabuhan, KAI Divre I Sumut siap mendukung penuh kelancaran rantai pasok industri daerah, termasuk menyukseskan kebijakan penerapaan Biosolar B50,” kata Anwar. (ANG)






