ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Nasional

Kabupaten Buleleng Diajukan Masuk UNESCO Creative Cities Network

BY El Simamora
Sabtu, 31 Agustus 2024
in Nasional
Salah satu produk ekonomi kreatif Buleleng yang sedang dalam pengajuan sebagai UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Salah satu produk ekonomi kreatif Buleleng yang sedang dalam pengajuan sebagai UNESCO Creative Cities Network (UCCN). (Dok. Kemenparekraf)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Buleleng – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, akan mendukung upaya dalam pengajuan Kabupaten Buleleng sebagai UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Menparekraf Sandiaga dalam kegiatan “KaTa Kreatif” yang berlangsung di Taman Budaya Buleleng, Jumat (30/8/2024) malam, mengatakan, sebelumnya Kemenparekraf telah menetapkan enam kabupaten/kota kreatif tahun 2024 dan salah satunya Kabupaten Buleleng dengan subsektor kriya sebagai unggulan.

BacaJuga

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

“Potensinya memang sangat luar biasa, kita lihat produk-produk ekonomi kreatifnya dan Kabupaten Buleleng telah ditetapkan menjadi kabupaten kreatif yang siap untuk kita ajukan menjadi kabupaten kreatif dunia melalui proses UNESCO,” kata Menparekraf Sandiaga.

Indonesia sendiri sudah memiliki tiga kota yang mendapat predikat UCCN yaitu Pekalongan kategori crafts and folk art, Bandung kategori desain, dan Ambon kategori musik.

Dengan legitimasi dari UNESCO tentu akan memberikan dampak yang besar. Tidak hanya pada keberlanjutan dan kelestarian potensi seni dan budaya yang ada, juga secara tidak langsung menjadi sarana promosi yang efektif.

Dengan begitu minat wisatawan untuk datang ke Indonesia khususnya Buleleng akan meningkat dan masyarakat akan lebih sejahtera.

Penetapan ini secara otomatis juga akan menjadikan suatu wilayah sebagai ekosistem yang dipantau langsung oleh UNESCO agar para pelakunya konsisten melestarikan seni pertunjukan, budaya, dan kegiatan-kegiatan event tahunan yang ada.

“Ada 17 subsektor di ekonomi kreatif sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2019 yang dapat dipilih, Buleleng telah memilih kriya sebagai subsektor penghela. Dan subsektor pendukungnya ini juga harus disiapkan mulai dari kuliner, fesyen, musik, film, seni pagelaran, juga ada aplikasi permainan dan lain sebagainya,” kata Menparekraf Sandiaga.

Kehadiran workshop ini menjadi dukungan Kemenparekraf dalam menghadirkan ruang diskusi antara Kemenparekraf, Pemerintah Kabupaten, hingga pelaku seni agar menemukan inovasi, ide, atau langkah strategis yang mampu membawa Buleleng nantinya mendapat pengakuan UNESCO sebagai Creative Cities Network kategori seni kriya.

“Oleh karena itu kami juga harus mempersiapkan melalui peningkatan interkoneksinya. Tadi ada bicara mengenai jalan tol, bandara, maupun jalur laut. Kami juga melihat peluang untuk peningkatan kapasitas melalui pelatihan promosi dan produk-produk karya ekonomi kreatif yang mudah-mudahan bisa menjadi daya tarik Buleleng yang lebih baik,” ujar Menparekraf Sandiaga. (EL)

Next Post
Ilustrasi kecelakaan helikopter.

Helikopter Sipil Mi-8 Bawa 22 Orang Hilang di Rusia

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba