ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Hiburan

Ini Deretan Film Indonesia Unjuk Gigi di Ajang BIFAN 2024 di Korsel

BY El Simamora
Rabu, 10 Juli 2024
in Hiburan
Poster film Siksa Kubur.

Film Siksa Kubur mendominasi nominasi Piala Citra FFI 2024. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Tiga film horor karya sineas Indonesia telah ditayangkan pada ajang film internasional Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2024 di Korea Selatan (Korsel) dalam tiga program yang berbeda.

Film Siksa Kubur garapan sutradara Joko Anwar dari rumah produksi Come and See Pictures ditayangkan dalam program MadMaxX, pada Sabtu (6/7) di Bucheon City Hall Main Theater, sebagaimana dilansir dari keterangan resmi pada Selasa (9/7/2024).

BacaJuga

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Drama Thriller ‘The Perfect Lie’ Tayang 30 Oktober, Intip Teaser Terbarunya

KGMA 2026 Music Day: Dari Liz IVE, ATEEZ, hingga RIIZE Siapkan Aksi Spesial

Program MadMaxX merupakan program yang ditujukan untuk mempresentasikan karya-karya terbaru dari para maestro film genre. Nantinya, film Siksa Kubur masih akan diputar pada 10 Juli 2024 dan tiket pemutaran pun telah habis.

Sementara film Possession: Kerasukan dari sutradara Razka Robby Ertanto dan rumah produksi Falcon Pictures ditayangkan di program Adrenaline Ride pada Minggu (7/7) di CGV Sopung, Bucheon. Adapun Adrenaline Ride adalah program yang menayangkan film-film horor baru untuk memetakan lanskap sinema horor dunia.

Lalu ada film Malam Pencabut Nyawa karya sutradara Sidharta Tata garapan rumah produksi Base Entertainment yang berkompetisi di program kompetisi utama dan diputar pada Senin (8/7) di CGV Sopung, Bucheon. Film tersebut akan berkompetisi dengan tujuh film dari negara lain untuk memperebutkan total empat penghargaan.

Selain tiga film horor Indonesia yang ditayangkan di BIFAN 2024, terdapat lima proyek film Indonesia yang terseleksi untuk mengikuti NAFF Project Spotlight BIFAN 2024. Kelima film tersebut adalah Virgin Bash, Dancing Gale, Mad of Madness, Into the Woods, dan The Hidden Flowers.

Proyek-proyek film tersebut dipresentasikan di hadapan para profesional industri perfilman global. NAFF Project Spotlight bertujuan untuk menyoroti film-film genre, menampilkan kekuatan film genre dari negara yang dipilih, dan berkontribusi pada penguatan jaringan industri film Asia.

Film Virgin Bash produksi oleh IDN Pictures disutradarai oleh Randolph Zaini dan diproduseri Susanti Dewi. Film ini mengikuti karakter bernama Suci yang memiliki impian pernikahan sempurna namun hancur ketika dia menemukan perselingkuhan almarhum ayahnya.

Film Dancing Gale produksi Pomp Films disutradarai Sammaria Simanjuntak dan diproduseri Lies Nanci Supangkat. Film ini mengisahkan Uli yang kehilangan putrinya, Gale, dalam sebuah kecelakaan tragis. Karena putus asa, dia mencari bantuan dukun untuk menghidupkan kembali Gale. Sampai akhirnya, Uli pun menghidupkan sebuah patung kayu dengan darahnya setelah mengabaikan sebuah peringatan.

Film Mad of Madness atau memiliki judul Indonesia Angkara Murka merupakan produksi Forka Films yang disutradarai Eden Junjung dan diproduseri Ifa Isfansyah. Berkisah tentang Ambar dan anaknya Bondan yang memutuskan untuk bekerja di tambang pasir untuk menggantikan Jarot, suaminya yang hilang saat bekerja di sana.

Bogel, teman Jarot yang bekerja di tambang tersebut, memberikan kesaksian Jarot hilang dan dibawa setan di lokasi tambang karena tidak segera pulang ketika hari mulai gelap. Ambar yang masih berharap menemukan suaminya berusaha bersembunyi di lokasi tambang hingga larut malam untuk mencarinya.

Film Into the Woods produksi Talamedia disutradarai Ilya Sigma dan diproduseri Mandy Marahimin. Film ini berlatar tempat di hutan di wilayah Jawa. Dikisahkan, Vira dan sang pacar Derry, serta teman mereka Dharma mencari adiknya bernama Rere yang menghilang.

Tak lama kemudian, Vira mendengar suara Rere melalui walkie talkie yang mengatakan dia masih hilang. Geng ini mencoba menyelidiki kebenarannya, tetapi kemudian mereka bertemu dengan roh jahat yang merasuki tubuh Vira. Kini arwah Vira terperangkap dan ia harus memperingatkan yang lain untuk menjauh.

Film The Hidden Flowers produksi Relate Films disutradarai Adriyanto Dewo dan diproduseri Perlita Desiani. Film ini mengambil latar Indonesia pada masa Perang Dunia II. Diceritakan, Desi diganggu oleh mimpi buruk yang terus berulang tentang perempuan berbaju putih memberi isyarat untuk kembali ke rumah leluhur suaminya.

Sesampainya di sana, Desi menemukan rumah tersebut telah diambil alih oleh pengurusnya, yang didukung oleh seorang mantan tentara yang berkhianat. Di sana, ia menemukan neneknya yang sakit jiwa tinggal sendirian dalam kemelaratan. (Antara)

Next Post
Anggun C. Sasmi

Anggun C. Sasmi Gelar Konser Tunggal di Jakarta 28 Juli

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba