ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Internasional

Hutan Hujan Amazon Lambat Pulih akibat Kekeringan

BY El Simamora
Kamis, 23 Mei 2024
in Internasional
Keanekaragaman hutan Amazon.

Keanekaragaman hutan Amazon dilihat dari atas, merupakan kanopi hutan tropis. (iStock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Istanbul – Sebuah penelitian oleh ilmuwan dari Universitas KU Leuven, Belgia, menyatakan hutan hujan Amazon lebih lambat pulih dari kekeringan yang lebih sering terjadi sejak 2015, meskipun menunjukkan ketahanan yang luar biasa.

“Sejak pergantian abad, empat kekeringan ekstrem telah terjadi di hutan hujan Amazon. Kekeringan seperti itu biasanya hanya terjadi satu kali dalam satu abad. Hal ini menunjukkan peningkatan nyata dalam kekeringan di hutan hujan terbesar di planet kita,” demikian pernyataan universitas tersebut.

BacaJuga

Resmi! Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal WNA Mulai Hari Ini

Dua Penembakan di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Kapasitas Listrik PV China Tembus 1,28 Miliar kW, Geser Batu Bara

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), para peneliti menggunakan visual satelit bulanan dari 2001 hingga 2019 “untuk menentukan bagaimana vegetasi bereaksi terhadap periode kekeringan yang berulang.”

“Warna kanopi pohon dapat memberi kita informasi tentang kesehatan dan ketahanan hutan. Warnanya selalu berubah sepanjang musim. Namun jika selama bertahun-tahun, pepohonan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih, maka hal lain yang berperan,” sebut pernyataan yang mengutip Prof. Ben Somers.

“Dalam hal ini, kita membahas tentang ‘perlambatan kritis’, yang berarti bahwa ekosistem akan mencapai titik kritis menuju penebangan hutan dalam skala besar dan pada akhirnya akan berubah menjadi sistem terdegradasi dengan keanekaragaman dan kompleksitas yang lebih sedikit,” lanjut pernyataan itu.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hutan hujan Amazon “belum akan mencapai titik kritis seperti ini” untuk saat ini.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa “Intensitas dan lamanya periode kekeringan menyebabkan degradasi hutan, lebih besar dibandingkan jumlah periode kekeringan.” (Antara)

Next Post
Suasana di salah satu spot favorit wisatawan di Singapura.

Triwulan I 2024, Singapura Gaet 664.000 Wisatawan Asal Indonesia

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba