ODEBA.id, Jakarta – Pemantauan terbaru menunjukkan penurunan signifikan jumlah titik panas (hotspot) berkepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional. Di tengah tren positif ini, Kementerian Kehutanan (Kemhut) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng), termasuk melakukan evaluasi di Camp Peat Tumbang Nusa serta menindak tegas pemegang konsesi yang melanggar hukum.
Berdasarkan data SiPongi Kemhut dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 per Senin (21/9/2026) pukul 21.10 WIB, terdeteksi 688 hotspot high confidence di seluruh Indonesia. Angka ini turun 844 titik dari hari sebelumnya yang mencapai 1.532 titik.
Di enam provinsi prioritas, sebaran hotspot high confidence tercatat sebagai berikut:
- Kalimantan Tengah: 228 titik (turun dari 968 titik)
- Kalimantan Selatan: 71 titik (naik dari 39 titik)
- Kalimantan Barat: 36 titik (turun dari 98 titik)
- Sumatera Selatan: 23 titik (turun dari 285 titik)
- Jambi: 2 titik (turun dari 26 titik)
- Riau: 0 titik (turun dari 1 titik)
Secara total, hotspot di enam provinsi prioritas tersebut merosot sekitar 74,6% dalam sehari, yakni dari 1.417 menjadi 360 titik. Penurunan paling drastis terjadi di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Meski demikian, Kalteng masih memegang angka hotspot tertinggi, sedangkan Kalsel menjadi satu-satunya provinsi yang mengalami kenaikan.
Kemhut kembali mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan tanah yang terdeteksi satelit, sehingga tidak bisa langsung disamakan dengan kejadian atau luas kebakaran. Setiap titik harus ditinjau ulang melalui konfirmasi lapangan (groundcheck).
Pencegahan dan Evaluasi Lapangan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung penanganan karhutla di Kalteng pada Senin (21/9/2026). Rombongan semula dijadwalkan mendarat di Palangka Raya, tetapi penerbangan dialihkan ke Bandara Syamsudin Noor, Kalsel, akibat kabut asap pekat. Rombongan kemudian menempuh jalur darat menuju Pulang Pisau, Kalteng.
Dalam rapat evaluasi di Camp Peat Tumbang Nusa, Pulang Pisau, Suharyanto menjelaskan bahwa Satgas Darat telah memadamkan sekitar 150 hektare dari total 180 hektare lahan terbakarnya, sementara 30 hektare sisanya masih dalam proses penanganan.
“Tantangan terbesar berada di lahan gambut, tempat api bisa menyala kembali di bawah permukaan tanah meski bagian atas telah dipadamkan,” kata Suharyanto, Selasa (22/9/2206).
Menhut Raja Juli Antoni menegaskan, pemerintah memaksimalkan seluruh potensi demi menekan dampak karhutla, mulai dari pergerakan pasukan darat, pemanfaatan awan, hingga operasi udara.
Pemerintah mengerahkan 64 armada udara yang terdiri atas helikopter patroli, helikopter water bombing, dan pesawat CASA untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan dan Sumatera. Khusus di Kalteng, keterbatasan jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut membuat basis OMC disesuaikan dengan memanfaatkan Bandara Syamsudin Noor dan Pangkalan Bun.
Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Selain memperkuat penanganan teknis di lapangan, Kemhut mengambil langkah tegas terhadap korporasi yang melanggar aturan. Menhut memutus Izin Usaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) lima perusahaan di Kalbar, Kalsel, dan Kalteng dengan total luas konsesi mencapai 92.464 hektare.
Berdasarkan evaluasi Kemhut, luas area terbakar di lima konsesi tersebut diperkirakan mencapai 1.169 hektare.
“Ini bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Tidak hanya menyasar pihak kecil, tetapi juga tajam ke atas,” kata Raja Juli Antoni.
Ia berharap pencabutan izin ini memberikan efek jera (deterrent effect) bagi pemegang konsesi lain agar tidak melakukan pembakaran sengaja maupun pembiaran karhutla di wilayah operasinya.
Kualitas Udara dan Imbauan Masyarakat
Meski titik panas berkurang, data pemantauan konsentrasi PM2,5 menunjukkan kualitas udara di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan berbahaya di kawasan tertentu di Kalteng.
Jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut sempat menyusut hingga 400 meter pada Senin pagi, mengakibatkan penundaan dan pembatalan penerbangan.
Kemhut mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika terpaksa keluar. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita gangguan pernapasan diminta ekstra waspada.
Masyarakat dan pelaku usaha diingatkan kembali untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pemegang izin diminta memastikan seluruh sistem deteksi dini dan pencegahan kebakaran berfungsi optimal.
Laporan terkait asap, titik api, pembersihan lahan ilegal, maupun satwa terancam dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kemhut di nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau surel posko.karhutla@kehutanan.go.id. (ANG)






