ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda Ragam

Hasil Studi Terbaru Sebut Setengah Populasi Dunia Kekurangan Mikronutrien

BY El Simamora
Minggu, 1 September 2024
in Ragam
Ilustrasi.

Ilustrasi. (iStock)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Odeba.id, Jakarta – Lebih dari setengah populasi dunia menghadapi kekurangan mikronutrien, termasuk kadar kalsium, zat besi, serta vitamin C dan E yang tidak memadai, menurut studi terbaru yang memberikan estimasi global pertama tentang konsumsi 15 mikronutrien penting bagi kesehatan manusia.

Dikutip dari Medical Daily, Sabtu (31/8/2024), Mikronutrien adalah vitamin dan mineral esensial yang penting untuk fungsi tubuh seperti pertumbuhan, perkembangan, dan kekebalan tubuh.

BacaJuga

Resmi Dirilis, Menu Film Empat Musim Pertiwi Kini Hadir di The People’s Cafe

Masuk Indonesia, Samsung Galaxy S26 FE Bawa 47 Fitur Galaxy AI

Bikin Konten Makin Mudah, Intip Deretan Fitur Baru di Apple Creator Studio

Meskipun tubuh hanya memerlukan nutrisi ini dalam jumlah kecil, kekurangan bisa berdampak serius pada kesehatan, mulai dari hasil kehamilan yang buruk dan kebutaan hingga peningkatan kerentanan terhadap penyakit infeksi.

Studi sebelumnya telah mengukur ketersediaan dan konsumsi mikronutrien di berbagai populasi di seluruh dunia. Namun, studi terbaru yang dilakukan oleh tim riset dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, UC Santa Barbara (UCSB), dan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) menganalisis apakah asupan ini memenuhi tingkat yang direkomendasikan untuk kesehatan manusia.

Para peneliti juga meneliti kekurangan spesifik yang memengaruhi pria dan wanita sepanjang berbagai tahap kehidupan. Hasilnya diterbitkan dalam jurnal The Lancet Global Health.

“Studi kami adalah langkah besar ke depan. Tidak hanya karena ini adalah yang pertama memperkirakan asupan mikronutrien yang tidak memadai untuk 34 kelompok usia-jenis kelamin di hampir setiap negara, tetapi juga karena metode dan hasil ini mudah diakses oleh peneliti dan praktisi,” kata penulis utama Chris Free, profesor riset di UCSB dalam siaran pers.

Studi ini membandingkan kebutuhan nutrisi dengan asupan aktual di populasi di 185 negara menggunakan data dari Global Dietary Database, Bank Dunia, dan survei diet dari 31 negara. Para peneliti kemudian mengelompokkan populasi berdasarkan jenis kelamin dan membaginya menjadi 17 kategori usia, dari bayi baru lahir hingga mereka yang berusia lebih dari 80 tahun, dalam interval lima tahun.

Mikronutrien yang dibahas dalam studi ini adalah kalsium, yodium, zat besi, riboflavin, folat, seng, magnesium, selenium, tiamin, niasin, dan vitamin A, B6, B12, C, serta E. Kekurangan signifikan ditemukan hampir di semua mikronutrien yang dievaluasi, dengan yang paling mengkhawatirkan adalah yodium (68% dari populasi global), vitamin E (67%), kalsium (66%), dan zat besi (65%). Selain itu, lebih dari setengah populasi dunia menunjukkan kekurangan riboflavin, folat, dan vitamin C serta B6.

Namun, hasilnya agak menenangkan untuk beberapa mikronutrien seperti niasin, yang memiliki kekurangan terendah, dengan hanya 22% dari populasi global yang mengonsumsi tingkat yang tidak memadai, diikuti oleh tiamin (30%) dan selenium (37%).

Saat membandingkan asupan yang tidak memadai antara jenis kelamin, wanita lebih kekurangan dibandingkan pria dalam yodium, vitamin B12, zat besi, dan selenium di negara dan kelompok usia yang sama.

Namun, pria memiliki tingkat asupan yang tidak memadai yang lebih tinggi untuk kalsium, niasin, tiamin, seng, magnesium, dan vitamin A, C, serta B6. Studi juga menemukan bahwa baik pria maupun wanita dalam kelompok usia 10-30 tahun cenderung mengalami asupan kalsium yang rendah.

“Hasil ini mengkhawatirkan. Kebanyakan orang, bahkan lebih dari yang diperkirakan sebelumnya, di semua wilayah dan negara dengan berbagai tingkat pendapatan, tidak mengonsumsi cukup mikronutrien esensial. Kekurangan ini mengancam hasil kesehatan dan membatasi potensi manusia secara global,” kata Ty Beal, spesialis teknis senior di GAIN. (Antara)

Next Post
Mini album baru 'Pleasure Shop' Key SHINee yang akan rilis 23 September 2024.

Key SHINee Bakal Comeback dengan Mini Album Baru 'Pleasure Shop'

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba