ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

World Tourism Day 2025: Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan

BY El Simamora
Sabtu, 13 September 2025
in TRAVEL BUDAYA
Ekowisata Tangkahan.

Ekowisata Tangkahan. (Dok. wonderfulimages.kemenparekraf.go.id)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Jakarta – Hari Pariwisata Dunia diperingati setiap tanggal 27 September. Hari Pariwisata Dunia diadakan untuk meningkatkan kesadaran pada masyarakat internasional betapa pentingnya pariwisata dan nilai sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Hari Pariwisata Dunia pertama kali dirayakan pada 1980 untuk memperingati hari adopsi United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Statutes di 27 September 1970.

Melansir laman Kemenpar, Hari Pariwisata Dunia 2025 mengambil tema “Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan” (Tourism and Sustainable Transformation). Tema ini diambil sebagai pengingat pariwisata bukan hanya sebagai mesin pertumbuhan tetapi juga wadah untuk pembangunan yang adil, pelestarian budaya dan warisan, perlindungan flora dan fauna, integritas lingkungan dan ketahanan masyarakat. Pariwisata mempunyai potensi sebagai agen perubahan positif. Pariwisata bukan hanya sektor ekonomi, tapi juga katalis kemajuan sosial, pendidikan, pekerjaan, dan penciptaan peluang baru.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Tema Hari Pariwisata Dunia juga tepat mengingat geliat sektor pariwisata pascapandemi. Secara global, jumlah wisatawan internasional di tahun 2024 mencapai 1,4 miliar. Jumlah ini meningkat 115% dari 2023. Wilayah Asia Pasifik bahkan mendapatkan momentum, mencapai pertumbuhan 87 persen dibanding jumlah wisatawan sebelum masa pandemi.

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari-Juni 2025 sebesar 7,05 juta, tumbuh positif 9,44 persen (year-on-year). Kunjungan wisatawan mancanegara ini didominasi oleh negara-negara ASEAN, disusul Asia selain ASEAN, dan Eropa. Perjalanan wisatawan nusantara juga melonjak secara signifikan dengan total 105,12 juta perjalanan, naik 25,93 persen (year-on-year).

Dalam memperingati hari Pariwisata Dunia beberapa kegiatan telah disiapkan diantaranya oleh Politeknik Pariwisata dan Badan Otorita yang berada di naungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Contohnya Politeknik Pariwisata Makassar. Sejalan dengan program prioritas Kemenpar, Poltekpar Makassar mengadakan Gerakan Wisata Bersih yang akan diikuti oleh civitas akademika dan melibatkan stakeholder bidang pariwisata.

Gerakan Wisata Bersih bukan sekadar seremoni simbolik namun merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan kawasan wisata di seluruh Indonesia. Kebersihan adalah salah satu aspek esensial yang memengaruhi keamanan, kenyamanan wisatawan, reputasi destinasi, serta daya saing pariwisata nasional di tingkat global. Laporan pemeringkatan Travel and Tourism Development Index (TTDI) menyoroti tantangan Indonesia pada aspek health and hygiene, Indonesia mencatat skor 3,78. Angka tersebut masih di bawah rata-rata Asia Pasifik sebesar 4,53.

Sementara Poltekpar Bali akan mengadakan Treasure (International Conference on Travel and Leisure) pada 25 September 2025. Konferensi Internasional dengan tema “Innovating Travel and Leisure: Pathways to Global Sustainability” mengundang akademisi dan masyarakat umum untuk mengajukan makalahnya sejak 1 April 2025 dan batas akhir pengajuan makalah penuhnya pada 5 September 2025.

Poltekpar Bali juga mengadakan Festival Makardhi pada 19-26 September 2025, sebuah  kompetisi pariwisata dengan fokus budaya sebagai tema utama dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi. Festival Makardhi memperkenalkan konsep perdamaian dan keberlanjutan lingkungan melalui pariwisata budaya. Festival Makardhi merupakan kegiatan yang dilaksanakan berlatarbelakang-kan kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia. ‘Makardhi’ merupakan akronim dari motto Poltekpar Bali yakni ‘Manganjali Karya Werdhi’. Secara utuh motto tersebut dapat diartikan meningkatkan pengabdian melalui peningkatan mutu karya.

Sementara Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) juga mengadakan event dalam menyambut Hari Pariwisata Dunia. BPOLBF akan mengadakan Mai Hang Food Festival pada 20 September 2025. Mai Hang Food Festival adalah event bertema makanan dan jajanan lokal dan modern yang dilakukan berdasarkan kolaborasi antara Kemenpar dan BPOLBF serta beberapa pihak lain.

Mai Hang Food Fest ini dilakukan sebagai wadah acara bertemakan gastronomi khusus di Destinasi Super Prioritas. Selain menambah event baru di Labuan Bajo, event ini juga menjadi sarana etalase kuliner yang ada di Labuan Bajo, dalam artian tidak hanya kuliner asli atau lokal saja, tetapi juga kuliner lainnya yang berkembang di Labuan Bajo.

Untuk kegiatan-kegiatan lain yang diadakan oleh Poltekpar dan Badan Otoritas bisa kamu lihat di media sosial dan website masing-masing ya. (ANG)

Next Post
Ilustrasi prakiraan cuaca.

Musim Hujan Datang Lebih Cepat, Ada Ancaman Bahaya Hidrometeorologi

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba