ODEBA.id
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom
No Result
View All Result
ODEBA.id
Beranda TRAVEL BUDAYA

Gunung Rinjani: Filosofi, Tantangan, dan Keindahan dari Jalur Sembalun

BY El Simamora
Selasa, 5 Agustus 2025
in TRAVEL BUDAYA
Salah satu favorit para pendaki ke Rinjani yakni jalur Sembalun.

Salah satu favorit para pendaki ke Rinjani yakni jalur Sembalun. (Dok. Kemenpar)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

ODEBA.id, Medan – Gunung Rinjani merupakan destinasi impian bagi para pendaki di Indonesia. Dengan tinggi puncaknya hingga 3.726 mdpl, gunung Rinjani merupakan gunung berapi aktif tertinggi kedua di Indonesia dan menjadi bagian dari “Seven Summits Indonesia”.

Rinjani menyimpan sejuta kisah, baik dari sisi alamnya maupun refleksi personal para penjelajahnya. Dalam pendakian Rinjani terdapat 6 jalur resmi yang memiliki keunikan, daya tarik serta kesulitannya masing-masing. Keenam jalur itu adalah seperti jalur  Senaru, Torean, Timbanuh, Aik Berik, Tete Batu, dan Sembalun. Salah satu yang menjadi favorit para pendaki yakni jalur Sembalun.

BacaJuga

Verifikasi Lapangan Dimulai, 8 Marga di Sorong Menanti Status Hutan Adat

Mau Liburan Tanpa Hambatan? Cek 5 Tempat Wisata Inklusif Ini!

Kemenpar Rilis Tourism Outlook 2026/2027 Jadi Kompas Sektor Pariwisata

Salah satu pendaki yang pernah menaklukkan Rinjani melalui jalur Sembalun adalah Galih Agusti. Galih bercerita, ia memulai petualangannya dari Desa Sembalun setelah menempuh perjalanan motor dari Jakarta ke Bali lalu menyeberang ke Lombok. Jalur ini merupakan jalur  utama dan tercepat untuk akses langsung ke puncak Rinjani, tanpa harus memutar lewat danau. Pemandangan matahari terbit (sunrise) dari Plawangan  dan sabana luas menemani pendaki dalam menaklukkan puncak Rinjani.

Galih bergabung dengan kelompok pendaki yang terdiri dari berbagai latar belakang,baik yang solo traveler maupun yang mendaki dengan pasangannya. Ia menyebut Rinjani sebagai pengalaman pendakiannya yang paling monumental.

“Pendakian Rinjani itu tidak hanya soal naik gunung. Filosofinya dalam banget. Kita pergi untuk pulang, memantul dari titik terendah (lelah), lalu tiba di puncak tujuan. Itu refleksi diri, ” kata Galih, melansir laman Kemenpar.

Saat di puncak, ia terharu. *Sendirian di pucuk. Tanpa teman ngobrol, dingin, dan capek banget. Tapi itu momen paling reflektif dalam hidup. (Saya) menangis, bersyukur impian itu bisa tercapai,” katanya.

Yang paling menantang dari semuanya adalah saat summit attack atau istilah dalam dunia pendakian yang merujuk pada usaha terakhir untuk mencapai puncak gunung, biasanya dilakukan pada dini hari agar pendaki bisa sampai di puncak saat matahari terbit. Ini merupakan bagian paling menantang dari pendakian karena medan yang curam, suhu dingin, keadaan yang gelap, dan kondisi fisik yang sudah terkuras.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, Galih membagikan beberapa tips persiapan untuk pendaki pemula bagi yang ingin mencoba mendaki gunung Rinjani:

  • Ikuti arahan guide sepenuhnya, terutama di medan ekstrem,
  • Persiapkan mental dan fisik, bukan hanya stamina tapi juga fleksibilitas emosional,
  • Bawa perlengkapan cadangan, agar aman lebihkan perlengkapan,
  • Fokus pada kenyamanan istirahat, seperti kasur angin dan sleeping bag yang berkualitas.

Mendaki Gunung Rinjani lewat Sembalun bukan semata perjalanan fisik, tapi ekspedisi jiwa dengan pemandangan menakjubkan dan tantangan nyata. Kata Galih, “Naik gunung itu seperti hidup, kadang lambat, kadang curam, tapi tetap bisa sampai kalau terus maju.”

Apakah kamu sudah siap untuk tantangan ini? Sebelum itu jangan lupa daftarkan diri melalui laman rinjaninationalpark.id. (ANG)

Next Post
Timnas U-17 saat bertanding di Asian Cup 2025.

Jadwal Piala Kemerdekaan 2025

ArtikelPopuler

  • Nathan Tjoe-A-On

    Profil dan Perjalanan Karir Pemain Keturunan Indonesia Nathan Tjoe-A-On

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SAG-AFTRA Ratifikasi Kontrak Lindungi Hak Pengisi Suara AI

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Falsafah Dalihan Na Tolu, Kultur Sosial Suku Batak

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hindari Konflik Meluas di Timur Tengah, Paus Serukan Cegah Eskalasi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Batak Sejatinya Tak Mengenal Jual-Beli Tanah, Apalagi Makelar

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

BeritaTerbaru

Pengendalian karhutla terus diperkuat.

437 Hotspot Terdeteksi, Kalteng Catat Jumlah Titik Panas Tertinggi

Sabtu, 10 Oktober 2026
Ilustrasi.

Kawal Deadline Sertifikasi Halal 2026, Ombudsman Buka Aduan Daring

Sabtu, 10 Oktober 2026
Whoosh.

Gangguan Layang-layang Turun 65%, KCIC: Jalur Whoosh Makin Safe

Sabtu, 10 Oktober 2026
idntt rilis lagu orisinal berbahasa Spanyol bertajuk 'Linda Mia'.

Lebarkan Sayap ke Musik Latin, idntt Unjuk Warna Baru Lewat Single Linda Mia

Sabtu, 10 Oktober 2026
ODEBA STK AND MB

Ikuti Kami

  • Tentang
  • Redaksi
  • Kolomnis
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pernyataan Penyangkalan

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba

No Result
View All Result
  • Home
  • Medan
  • Sumut
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Hiburan
  • Sosok
  • TRAVEL BUDAYA
  • Sua Odeba
    • Puisi
    • Cerpen
    • Sua Sastra
  • Kolom

© 2024 Odeba  - Jelajah Baru, Jelajah Odeba by PT Sadana Rap Odeba