Generasi yang lahir di era tahun 1997 hingga 2012 atau dikenal dengan generasi Z merupakan generasi yang paling sedikit menikmati laju pertumbuhan ekonomi dibandingkan generasi yang lahir sebelumnya. Generasi Z lahir di masa perekonomian tengah mengalami peralihan industri konvensional ke era digitalisasi.
Anak generasi Z yang paling muda saat ini berusia sekitar 14 tahun, sementara yang paling senior sekitar 27 tahun saat ini. Mereka generasi Z pertama yang mengalami masa kelam ekonomi karena bertepatan dengan krisis ekonomi 97/98. Dan ekonomi di tanah air terlihat mengalami recovery setidaknya hingga tahun 2004/2005.
Selanjutnya, generasi Z juga mengalami masa sulit tekanan ekonomi di tahun 2008. Disaat AS mengalami krisis subprime mortgage, yang mendorong terjadinya gangguan ekonomi serius tidak hanya di AS, namun meluas ke eropa dan Asia hingga turut dirasakan di Indonesia.
Siklus pemulihan ekonomi yang terbilang pendek tersebut dan berkutat dikisaran angka 5%, membuat recovery ekonomi yang dialami generasi Z kualitasnya lebih rendah dibandingkan dengan generasi orang tua mereka seperti generasi X atau Y (milenial).
Dan tidak berhenti disitu, di tahun 2018 tren kinerja ekonomi tanah air mengalami pelemahan seiring dengan memburuknya kinerja manufaktur. Dan ekonomi kian terpuruk saat memasuki masa pandemi Covid-19 yang sempat memicu terjadinya resesi ekonomi di tanah air. Dan harapan pemulihan ekonomi di tahun 2022 nyatanya hanya mampu meralisasikan angka pertumbuhan dikisaran 5,31%.
Dan kinerjanya terus melemah hingga tahun 2024 kemarin. Bahkan di dua tahun kedepan (2025/2026), ekonomi ditanah air masih akan alami tekanan yang besar. Seiring dengan meningkatnya tensi geopolitik dan geoekonomi. Gambaran ekonomi ini sangat berbeda dimana generasi milenial maupun generasi X yang sempat menimkmati laju pertumbuhan di atas 6%.
Pada dasarnya 3 generasi ini juga pernah mengalami kondisi ekonomi yang terkoreksi. Namun generasi X dan Y lebih beruntung karena sempat menikamti laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Jadi kalau membandingkan 3 generasi tersebut, maka generasi Z yang paling menderita karena kerap alami terpaan ekonomi.
Gunawan Benjamin, pengamat ekonomi dan Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumatra Utara. Saat ini juga aktif mengajar di Fakultas Ekonomi UISU.






