Odeba.id, Medan – Calon DPD dapil Sumatra Utara (Sumut), Dedi Iskandar Batubara, mengantongi suara tertinggi. Total suaranya sebanyak 1.078.751 atau 16,46% pada Pemilu tahun 2024. Dia dipastikan akan melenggang ke Senayan Jakarta.
“Kita peringkat pertama dari 21 calon. Saya kira ini sudah final ya, ini tadi malam (kemarin) angka terakhir yang diinput setelah Deli Serdang 23 Kecamatan, saya kira itu angka terakhir. Termasuk Kota Medan 204 ribu (suara), ya artinya meskipun sedang berproses di KPUD. Tapi, rekap dari Kecamatan kan sudah terlihat semua ya,” kata Dedi Iskandar Batubara kepada wartawan, usai meresmikan museum Al Jam’iyatul Washliyah, di Komplek Mesjid Lama, Gang Bengkok di Jalan Masjid, Kota Medan, Jumat (8/3/2024).
Dedi Iskandar yang juga menjabat sebagai Ketua PW Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara, mengungkapkan kader Al Washliyah di Sumut, banyak berpotensi untuk maju di Pilkada serentak 2024, dimasing-masing Kabupaten/Kota di Sumut ini.
Ditambah lagi, sejumlah kader Al Washliyah di Sumut, dipastikan duduk di kursi legislatif dibeberapa DPRD Kabupaten/Kota. Menurut Dedi Iskandar, dengan kekuatan organisasi dimiliki, membuat Al Washliyah diperhitungkan dalam Pemilu maupun di Pilkada serentak nantinya.
“Saya kira, yang sedang kita persiapkan. Saya akan segera bentuk tim kecil, di wilayah untuk mengkaji dan sekaligus memapping potensi kita, untuk mendorong kader-kader kita untuk bisa tampil jadi Kepala Daerah ataupun wakil kepala daerah,” jelas Dedi Iskandar.
Dedi Iskandar mengatakan kader-kader Al Washliyah, berpotensi didukung untuk maju di Pilkada serentak, tersebar di Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Batu Bara, Asahan, Tanjung Balai, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan.
“Ini masih menjadi stimulus awal, saya kira merespons apa yang hari ini, disampaikan oleh warga Al-wasliyah di semua daerah,” jelas Dedi Iskandar.
Dedi Iskandar sendiri mengklaim raihan suara tertinggi dirinya sebagai Calon DPD pada Pemilu 2024, merupakan capaian tertinggi diraih oleh kader Al Washliyah di Sumut.
“Itu suara Al-Washliyah sebagaian besar di antaranya, itu tentu bukan karena faktor personal saya saja. Tapi, faktor organisasi yang sangat dominan berpengaruh men-drive potensi suara kita di lapisan paling bawah,” ucap Dedi Iskandar.
Disinggung dirinya berpotensi maju di Pilkada Sumut, minimal Calon Wakil Gubernur Sumut, Dedi Iskandar mengatakan bahwa setiap anak bangsa ini, memenuhi syarat. Dia boleh saja mencalonkan dan dicalonkan.
“Saya sampai hari ini, masih fokus dulu penghitungan 20 Maret 2024. Nantinya, setelah 20 Maret 2024, saya akan saya sampaikan sikap saya seperti apa,” kata Dedi Iskandar.
Dedi Iskandar mengaku dirinya, ada beberapa pihak, baik sosok tokoh lokal maupun nasional, menjajaki komunikasi dengan dirinya, membicarakan Pilkada Sumut 2024.
“Kemarin waktu saya hadir di Paripurna DPD, beberapa teman-teman dan kolega itu, menyampaikan kajian yang hari ini, sedang mengerucut ke arah Pilkada. Saya tidak menampikkan saya masuk dalam diskusi itu, karena capaian suara yang diperoleh di Pemilu ini,” tandas Dedi Iskandar. (ANG)






